Author: romasety

  • From Heart with Love

    From Heart with Love

    Seorang siswa yang mulai ketagihan merokok di sekolahnya meminta izin gurunya untuk ke belakang, tetapi rupanya ia pergi ke ruangan lain dan merokok di sana. Ruangan ini jarang dikunjungi guru maupun murid karena memang ini kamar karyawan yang mengurusi gudang buku. dan dia cukup pren alias akrab dengan karyawan itu. Dia…

  • Pakai Saja Èsêm-Ku

    Pakai Saja Èsêm-Ku

    Kalau saja anggota dewan nganu itu bisa membuat kata hibrid dari bahasa Jawa dan Batak, vokabulernya mungkin lebih luas daripada Èsèmka alias SMK. Tambahi satu huruf dengan modifikasi vokal bisa jadi èsêm kau, yang berarti senyummu [tentu beda dari “asem kau!”]. Pada umumnya senyum seseorang memberi efek menggembirakan tetapi tak tertutup…

  • Hidup Tanpa Makna

    Hidup Tanpa Makna

    Belum lama tersiar kabar sosok populer dalam dunia musik, warga kebangsaan Jepang, yang bunuh diri. Ini bukan berita yang sangat mengejutkan karena Jepang, selain Korea Selatan, memiliki angka kasus bunuh diri yang fantastis (menurut data WHO 2012). Apakah ini tren untuk negara maju di Asia? Gak juga, karena Srilanka termasuk…

  • Ngapain Kuliah Ya

    Ngapain Kuliah Ya

    Ya ini curcol lagi, maaf, tapi bukan untuk menjelekkan siapapun, termasuk mahasiswa saya yang unyu-unyu. Ini adalah gejala umum yang saya dapati di kelas. Kalau saya melontarkan pertanyaan, segeralah muncul aneka macam suara seperti sedang menjawab pertanyaan saya, tetapi kalau saya dekati asal suara itu dan saya hendak dengarkan baik-baik jawabannya, eh……

  • Agama Nganu

    Agama Nganu

    Sudah pernah diulas di sini bahwa yang namanya taat itu gak gampang. Ada setidaknya dua relasi yang perlu dipertimbangkan: relasi dengan hukum praktis dan relasi dengan Roh dari hukum praktis itu. Akrab dengan aneka aturan praktis tanpa mengerti Rohnya, yang mengenal tatanan nilai, membuat orang jadi legalistik, formalistik, manusia robot. Akrab…

  • Ganti Fokus Bro’

    Ganti Fokus Bro’

    Pengampunan sejati itu seperti cinta, tak mengenal batas dan titik jenuh. Kalau dipadankan dengan apa yang konon dikatakan Gus Dur, pengampunan sejati itu seperti kesabaran. Orang sabar tak mengenal batas kesabaran karena begitu menentukan batas dan orang tiba di titik batasnya, kesabaran itu hilang. Sulit? Ya jelaslah. Mana ada hidup…