Author: romasety

  • Doa Aja Ribut… Gak Capek, Brow?

    Doa Aja Ribut… Gak Capek, Brow?

    Di manakah orang Jakarta bisa menemukan kedamaian, ketenangan hati? Di puncak? Cisarua? Cipanas? Cikanyere? Lembang? Sukabumi? Biara? Gereja? Kapel adorasi? Masjid? Pura? Pangandaran? Anyer? Di situ, orang menemukan ketenangan tempat, yang gak selalu sinkron dengan kedamaian dan ketenangan hati. Lha ya jelas: namanya ketenangan hati, ya adanya di hati dong.…

  • Tobatlah, Pak! Mau Sampai Kapan?

    Tobatlah, Pak! Mau Sampai Kapan?

    Kebanyakan pembaca blog ini, saya rada berani bertaruh, jika karakternya diidentifikasi seturut kisah anak yang hilang (klik di sini), bisa digolongkan dalam tipologi anak sulung: anak baik yang patuh pada orang tuanya, dan karena itu jengkel abis terhadap anak lain yang seenak-enaknya dan ternyata dibiarkan hidup! Siapa yang tak jengkel…

  • Takut Dosa, Emang Perlu Gitu?

    Takut Dosa, Emang Perlu Gitu?

    Dunia ini takut pada segala sesuatu kecuali dosa. Takut pencemaran lingkungan, polusi udara, takut kanker, takut perang nuklir, terorisme, dan sebagainya, tetapi gak takut perang dengan Allah Yang Mahakuasa, yang setelah membunuh orang, masih berkuasa untuk membuangnya ke dalam neraka (Luk 12,4-5). Dampaknya luar biasa: mati rasa rohani, semacam anestesi…

  • Ngapain Jadi Pertapa?

    Ngapain Jadi Pertapa?

    Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan. (Mrk 1:6) Pasti bukan kalimat ini yang menjadi pesan utama bacaan hari ini tetapi apa mau dikata, dalam keheningan hati justru teks itu yang bicara pada saya dan imajinasi melayang ke walang goreng teman yang…

  • Curiosity Dicukur

    Curiosity Dicukur

    Anda yang akrab dengan anak-anak kiranya paham betul mengapa Hawa jatuh dalam godaan: semakin anak dilarang, semakin berkembanglah rasa ingin tahunya dan justru semakin kuatlah dorongan untuk melanggar larangan itu. Jangan-jangan, Tuhan tak pernah mempelajari hal ini sehingga Dia hanya bisa melarang Adam dan Hawa supaya tidak memakan ‘buah terlarang’…

  • Pintar Tanpa Cinta?

    Pintar Tanpa Cinta?

    Tak perlu menyalahkan Jokowi karena menyediakan Kartu Sehat dan Kartu Pintar tetapi tidak menyediakan Kartu Cinta. Bukan apa-apa, tidak semua hal perlu dan bisa dikartukan! Akan tetapi, kalau orang hanya mengejar kesehatan dan kepintaran dan tak melihat cinta di dalamnya, ia layak mendapat kartu kuning dalam hidupnya. Sepandai-pandainya filsuf omong…