Category: Daily Reflection

  • Jangan Kebobolan

    Jangan Kebobolan

    Ini renungan yang saya dapat dari tetangga sebelah. [Loh kok seperti posting tiga tahun lalu? Iya soalnya bacaannya sama, tapi cuma kalimat pertamanya yang sama] Latar belakangnya, tim asuhan JΓΌrgen Klopp semalam sudah unggul dua kosong di babak pertama relatif mudah, tapi babak kedua berjalan berat dan pada seperempat jam…

  • False Belief

    False Belief

    Jatuh cinta pada pandangan pertama tidaklah sulit dimengerti, juga pada pandangan kedua dan seterusnya. Tak sulit dimengerti karena di situ tersembunyi kepentingan diri, bagaimana pun dibahasakan. Kalau sudah menyangkut kepentingan diri, jatuh cinta pun bisa berkali-kali. Beda halnya kalau bersinggungan dengan komitmen diri, jatuh cintanya bisa datang belakangan atau jangan-jangan…

  • Pay It Backward

    Pay It Backward

    Dua bacaan hari ini menohok sekurang-kurangnya saya. Keduanya menyinggung soal keberakhiran suatu era, atau mungkin lebih mak jleb lagi disebut kiamat. Yang satu tanda-tandanya disodorkan dalam bentuk vision yang diperoleh Daniel, sementara Guru dari Nazareth memberi saran supaya orang menangkap tanda-tanda dengan mengamati lingkungan alamiah. Kemarin sudah disinggung, acuannya adalah…

  • Saudara Agnez Mo

    Saudara Agnez Mo

    Ternyata Agnez Mo berdarah Jerman, Jepang, dan Tionghoa juga toh! Saya kira cuma saya yang punya darah itu.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Oalah Rom, wong Klaten wae ngakune berdarah Jerman-Jepang-Tionghoa! Anda gatau kan, tempat kelahiran saya itu persis adalah pusat kampung Cina tempo dulu, dan itu gak jauh dari tempat Jepang dulu bercokol sehingga…

  • Grafitiku Grafitimu

    Grafitiku Grafitimu

    Selagi mengantre salah satu lampu merah di persimpangan, mata saya tertuju pada promosi cat yang katanya antigrafiti. Terbayang di benak saya kecanggihan cat ini: dia bisa membelah diri, lumer dari tembok trus nemplok di muka para pencorat-coret tembok orang sehingga mereka kesulitan untuk mencorat-coret tembok orang. Nah, cat canggih ini…

  • Absolut Ancur

    Absolut Ancur

    Adakah kehancuran yang mengantarkan orang pada kemajuan? Adakah kemajuan yang mengantarkan orang pada kehancuran? Jawabnya tentu ada. Misalnya, sampah itu mesti dihancurkan supaya bisa jadi pupuk dan membawa kemajuan bagi usaha pertanian. Sebaliknya, kemajuan usaha pertanian bisa saja menyingkirkan tenaga manusia dan semakin banyak pengangguran dan kejahatan dan hancurlah peradaban.…