Absolut Ancur

Adakah kehancuran yang mengantarkan orang pada kemajuan? Adakah kemajuan yang mengantarkan orang pada kehancuran? Jawabnya tentu ada. Misalnya, sampah itu mesti dihancurkan supaya bisa jadi pupuk dan membawa kemajuan bagi usaha pertanian. Sebaliknya, kemajuan usaha pertanian bisa saja menyingkirkan tenaga manusia dan semakin banyak pengangguran dan kejahatan dan hancurlah peradaban. Wah, jadi seperti lingkaran begitu ya, Rom?
Saya sih gak bilang gitu, itu cuma untuk mengatakan bahwa bacaan-bacaan hari ini tersambung dengan kata kehancuran, bagaimana pun itu mau diistilahkan: perubahan, pergantian, transformasi, pertobatan. Itu membuat saya teringat pada Dewa Siwa, yang sejak SD diperkenalkan kepada saya sebagai dewa perusak.

Akan tetapi, semakin lama saya mengenal-Nya, semakin saya sadar bahwa atribut ‘perusak’ itu hanyalah satu perspektif, sebagaimana kehancuran tadi. Bukankah orang mesti menghancurkan sesuatu kalau ia mengharapkan hal baru yang dinilainya lebih pantas direalisasikan daripada kenyataan yang ada di hadapannya? Ini berlaku sepanjang sejarah sejak sebelum zaman batu, sejak perang Salib, sejak revolusi industri pertama, sejak Perang Dunia Pertama, dan seterusnya. Saya sepakat dengan Wikipedia bahwa Dewa Siwa adalah representasi keilahian yang melebur segala sesuatu yang sudah usang dan tidak layak berada di dunia fana lagi sehingga harus dikembalikan kepada fitrahnya. Kalau begitu, kehancuran tak perlu dipersoalkan, begitulah cara kerja semesta.

Yang perlu dipersoalkan ialah tolok ukur keusangan dan ketidaklayakan itu tadi, apakah mengikuti fitrah atau tidak. Fitrah, dengan demikian, pasti bukanlah soal bentuk, soal wujud, soal rupa, soal penampakan. Ini soal batin, soal yang ada dalam diri orang sendiri. Kalau begitu, yang semestinya dimajukan oleh kehancuran tadi seharusnya adalah justru batin orang sendiri, yang meliputi isi kepala, hati, dan kehendak, dengan segala fiturnya. Celakanya, fitur dalam body yang terbatas ini kan mesti membuat isi kepala, hati, dan kehendaknya juga terbatas, bukan?

Di situ kelihatan pentingnya dialog, yang popularitasnya mungkin juga belum sampai seabad. Tendensi absolutisme pun barangkali belum hancur, apalagi dalam ranah agama [atau mungkin justru karena ranah agama itulah absolutisme subur; maklum, punya klaim kebenaran]. Ngeri kan kalau orang beragama dengan mentalitas absolutisme? Dalam mentalitas seperti inilah dimungkinkan penghakiman baik-buruk, penilaian benar-salah, atau silang merah centang hijau. Beberapa waktu yang lalu saya pernah memberi wanti-wanti kepada Anda supaya semakin berhati-hati kalau mendalami ranah hukum agama atau liturgi alias tata ibadat, karena tendensi absolutisme terpelihara di situ. 

Terlepas dari ranah yang rawan itu, bukan berarti absolutisme tiada. Absolutisme bisa meraja dalam keluarga, kampung, negara, perusahaan, dan sebagainya. Ini lebih susah dihancurkan, bahkan meskipun oleh Dewa Siwa, karena bergantung pada izin manusianya sendiri apakah berkehendak untuk memperkaya hidup batinnya atau mau mempermiskin dengan sikap absolutnya. Orang beriman senantiasa bergumul soal ini. Justru dalam upaya mengabdi Yang Absolut, dia tak bisa memelihara sikap absolut, mesti ada hal yang didialogkan supaya pengabdian kepada Yang Absolut itu membawanya kembali kepada fitrah sebagai makhluk Sang Khalik.

Tuhan, mohon rahmat keterpautan hati kepada-Mu. Amin.


SELASA BIASA XXXIV C/1
26 November 2019

Dan 2,31-45
Luk 21,5-11

Selasa Biasa XXXIV B/2 2018: Perlu Belajar dari Monyet?
Selasa Biasa XXXIV A/1 2017: Pamer? Kamu Iri Keleus
Selasa Biasa XXXIV C/2 2016: Penggusur Bait Allah

Selasa Biasa XXXIV B/1 2015: Tanda Kiamat
Selasa Biasa XXXIV A/2 2014: Iman Doraemon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s