Saudara Agnez Mo

Ternyata Agnez Mo berdarah Jerman, Jepang, dan Tionghoa juga toh! Saya kira cuma saya yang punya darah itu.😂😂😂
Oalah Rom, wong Klaten wae ngakune berdarah Jerman-Jepang-Tionghoa!
Anda gatau kan, tempat kelahiran saya itu persis adalah pusat kampung Cina tempo dulu, dan itu gak jauh dari tempat Jepang dulu bercokol sehingga masih ada keturunan Jepang di sana.
Hanjuk Jermannya?
Saya dibesarkan di Warung Cina Jakarta Selatan dan pada saat itulah darah saya mulai mendidih kalau ada yang mengalahkan Bayern München.😂😂😂

Oalah, kirain serius berdarah Jerman-Jepang-Tionghoa, Rom!
Lha itu tadi saya gak ngarang, memang begitulah keadaannya.
Trus hubungannya dengan bacaan hari ini apa ya?
Entahlah, wong ini juga cuma karena titipan penggemar Agnez Mo kok.😂😂😂

Bacaan hari ini omong soal dua tanda menjelang kiamat; dan tanda yang disebutkan itu dikaitkan dengan Yerusalem zaman jebot. Akan tetapi, baiklah supaya kita semua bersaudara dengan Agnez Mo, saya ceritakan kisah melihat Yerusalem kontemporer saja.

Sewaktu saya ke sana dan berdoa di tembok ratapan, saya berniat menyeberang ke masjid Al-Aqsa, tetapi dicegah orang setempat. Saya bilang, saya orang Indonesia dan gak ada masalah saya masuk mesjid. Saya memang tidak tahu bahwa saat itu suasana sedang genting karena ada isu-isu yang menurut saya tidak penting, tapi apa daya, saya tak punya nyali untuk menerobos ke pintu. Soalnya saya lihat pintunya digembok.😂😂😂
Gembok itu berkata kepada saya,”Kalau cuma mau lihat-lihat Al-Aqsa, pulang sana ke Klaten karena di sana juga ada Al-Aqsa!” 

Seperti itulah Yerusalem kontemporer. Kota suci tiga agama yang relasinya seperti api dalam sekam karena prasangka-prasangka tak kondusif yang terus dipelihara. Maklumlah, penghuninya tak berdarah Indonesia [nah ketemu hubungannya].
Saya tak mau bertele-tele dengan penafsiran darah Indonesia. Tak ada orang yang berdarah Indonesia, karena Indonesia memang bukan bangsa yang dibangun lantaran ikatan kesukuan. Saya kira itulah yang ditunjuk Agnez Mo. Indonesia itu ‘cuma’ kompromi politik yang dilandasi oleh kesepakatan moral untuk membangun ukhuwwah bin persaudaraan. Tak mengherankan, para tokoh Muslim di masa awal kemerdekaan mesti mengikhlaskan redaksi Piagam Jakarta tak masuk dalam Pancasila. Pilihannya waktu itu ya cuma ikhlas atau Indonesia bagian timur tidak menggabungkan diri dengan Republik Indonesia!

Yerusalem tak punya pergumulan seperti Indonesia dan membiarkan orang hidup dalam ghetto, klaster yang otonom terhadap yang lain dan tak punya urusan dengan apa yang terjadi di luar sana. Padahal, bayangkanlah, sama-sama mengklaim menyembah satu Tuhan, kok ya isa-isanya saling bermusuhan. Raja Darius penyembah berhala saja akhirnya memandatkan rakyatnya untuk takut dan gentar kepada Allah yang disembah Daniel!
Kemarin itu Romo bilangnya ‘takut Allah’ gak baik, kok sekarang malah endorse keputusan Raja Darius supaya orang takut akan Allah?
Lha iya, soalnya ‘takut Allah’ di situ maksudnya berbeda dari anjuran Darius. Itu adalah takut seperti dialami Adam dan Hawa ketika Allah mendekati mereka dan mereka tahu telanjang. Takut Allah itu seperti Daniel: mengandalkan hidup matinya kepada Allah dan malaikat-malaikat-Nya.

Tambahkanlah cinta kepada-Mu, Ya Allah. Amin.


KAMIS BIASA XXXIV C/1
28 November 2019

Dan 6,12-28
Luk 21,20-28

Kamis Biasa XXXIV B/2 2018: Hening
Kamis Biasa XXXIV C/2 2016: Pernah di-PHP Tuhan?
Kamis Biasa XXXIV B/1 2015: Berpikir Positif? Maksudnya?
Kamis Biasa XXXIV A/2 2016: Tunggu Gak Pake Lama

2 replies

  1. Terima kasih telah menuliskan tentang Agnes Mo Pak. Mewakili diriku sebagai pengagum Agnes Mo. Ingin menulis juga tapi tidak tahu menulis apa. Yang pasti, bangga dengan Agnes Mo. Di mataku dia tetap lebih Indonesia daripada yang berdarah Indonesia. Selalu membawa nama Indonesia dan Tuhan Yesus dalam setiap prestasi yang dia torehkan.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s