Category: Daily Reflection

  • Lagak Dapet, Watak Cupet

    Lagak Dapet, Watak Cupet

    Anak-anak biasanya senang sekali dengan seragam, apalagi dengan aneka macam asesoris atribut mentereng. Seragam militer memberi rasa diri gagah. Entah seragam imam atau suster memberi rasa diri apa. Saya tak pernah mencobanya saat masih anak, dan saat hendak memakai jubah pertama kali setelah lulus SMA malah takut-takut gimanaaaa gitu. Hari-hari ini,…

  • Auto Recovery

    Auto Recovery

    Kemarin diulas sedikit elemen dari inner happiness: orang connect dengan Sabda Allah yang tertera dalam hati mereka. Hari ini teks Injil juga menyinggung pokok yang kurang lebih sama. Ceritanya sederhana. [Umumnya memang cerita Yesus sederhana; pokoknya ada gunung, danau, orang banyak, orang sakit, mereka yang butuh bantuan, masalah-masalah kehidupan] Orang…

  • Terserah Gue Donk

    Terserah Gue Donk

    Pernahkah Anda perhatikan ekspresi orang saat mereka menunggu sesuatu? Entah yang ditunggu itu sesuatu yang menyenangkan atau tidak, ada semacam batas waktu yang menjadi titik balik: menjadi cemas, khawatir, takut, bosan, marah, kesal, dan sebagainya. Setiap orang punya toleransi terhadap batas waktu itu. Yang perfeksionis mungkin punya zero tolerance, tak…

  • Saudara Seiman

    Saudara Seiman

    Teks surat Paulus kepada jemaat di Roma yang dikutip hari ini meneguhkan sekaligus mengganggu saya. Lebih banyak mengganggunya sih. Yang meneguhkan ialah kalimat Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang. Saya cuma bisa berandai-andai: kalau saja semua orang sepakat akan hal itu… Akan tetapi, kalaupun semua orang sepakat…

  • Manusia: Potensial Allah

    Manusia: Potensial Allah

    Sewaktu terjadi amuk massa sebelum kerusuhan Mei ’98 di Jakarta, ada kejadian menarik yang terjadi di Salemba. Ada bank dan beberapa bangunan yang jadi sasaran amuk massa, tetapi ketika massa tiba di depan Rumah Sakit St. Carolus dan massa sudah siap dengan batu atau apapun yang bisa merusak bangunan, ada…

  • Doa demi Babi

    Doa demi Babi

    Ini adegan berbahaya. Jangan menirunya! Selepas SMP dulu, saya masuk SMA yang memulai jenjangnya dari kelas nol dan semua muridnya harus tinggal di asrama. Nah, di asrama itu, menu andalannya adalah lauk babi goreng tanpa macam-macam tambahan entah kecap, rica-rica, atau (bantal) guling. Pokoknya hanya digoreng. Menu itu cuma muncul…