Category: Daily Reflection
-

Kebahagiaan Tanpa Objek
Cara ngawur saja ya. Orang biasanya bertanya kepada orang lain mengenai kesenangan atau kesukaannya,”Kamu sukanya apa?” atau “Kamu senangnya apa?” Itu karena memang kesenangan atau kesukaan bisa menuntut objek (apa sih salah objek sampai mesti dituntut). Hampir tak pernah orang bertanya,”Kamu bahagianya apa?” Memang ada perbedaan mendasar antara kesenangan (pleasure)…
-

Seberapa Abadi Cintamu
Banyak orang salah memahami ‘hidup kekal’ sebagai hidup setelah kematian. Orang menanti-nanti hidup macam itu dengan berbuat sebanyak mungkin amal kasih supaya mendapat pahala kelak di surga, setelah orang mati. Orang membantu gerakan keagamaan supaya nanti kalau mati diberi pahala. Orang berziarah jauh ke tempat-tempat suci supaya setelah mati nanti…
-

Kapan Kutukan Tuhan Terjadi
Perubahan cara berpikir memang tidak mudah dilakukan. Itu mengapa beriman tidak gampang juga. Orang cenderung berpikir bahwa jika Tuhan mengasihi orang, Ia tidak akan membiarkan orang yang dikasihi-Nya itu terkena bencana. Akibatnya, orang beranggapan bahwa mereka yang matinya jelek (kecelakaan, misalnya) adalah orang yang terkutuk; seolah-olah mereka yang mati seperti…
-

Satu Iman Banyak Agama?
Sudah sejak lama saya ragu-ragu bahwa di dunia ini ada banyak iman yang terkait dengan agama. Memang benarlah bahwa institusi agama yang plural itu tidak diciptakan Tuhan sendiri (bahkan sekalipun orang Kristen mengklaim Yesus sebagai Allah yang menjelma). Institusi agama dibangun oleh manusia sendiri sehingga keragaman agama tak terelakkan. Akan…
-

Benci tapi kok cinta ya…
Yesus itu seperti cari teman ya; dia mengerti bahwa dia akan menderita lalu memberi pesan bahwa para rasul pun nantinya akan mengalami yang sama: menderita. Memang betul kenyataannya begitu sih tapi itu bukan soal cari teman sependeritaan. Yesus datang untuk memantik api yang mesti berkobar di dunia ini dan kobaran api…
-

Jangan lupa bernafas
Nasihat Injil hari ini tampak begitu berat: orang mesti berjaga-jaga dari waktu ke waktu justru karena tidak tahu kapan malaikat pencabut nyawa tiba. Orang mesti berbuat baik dari saat ke saat supaya sewaktu-waktu malaikat pencabut nyawa itu tiba, kita kedapatan sedang menaburkan kebaikan. Orang mesti hidup ‘kini dan di sini’…