Category: Daily Reflection
-

Dengar Dia panggil namamu?
Mungkin kita sudah pernah melihat lukisan William Holman Hunt yang sangat populer: Yesus membawa lentera dan mengetuk pintu rumah. Ide lukisan itu memang berasal dari Kitab Wahyu (Why 3,20) tetapi bacaan Injil hari ini juga menyinggung keadaan yang sama: Yesus datang pada saat yang tak bisa ditentukan. Memang digambarkan ia…
-

Berenang-renang dahulu, bersenang-senang kemudian
Perumpamaan bacaan Injil yang dikutip hari ini bisa didekati dengan dua cara. Pertama adalah pendekatan moral: membayangkan kematian bisa menghindarkan orang dari bahaya keduniawian. Orang yang haus kuasa dan nama besar akan mengerti bahwa selepas kematiannya, ia benar-benar tak lagi punya kuasa; bahkan dilupakan bangsa manusia. Ada beberapa kelompok yang…
-

Jadi Revolusi Mental Gak Ya?
Bacaan Injil hari ini sudah dipakai pada saat perayaan 17 Agustus kemarin. Tafsir ahlinya ada pada link ini. Yesus diberi jebakan yang memang memojokkannya. Akan tetapi, ia justru memanfaatkan jebakan kaum Farisi di hadapan pendukung Herodes itu untuk membuka horison yang indah mengenai hidup konkret manusia: kalau memang kita bisa…
-

Semakin Beriman, Semakin ngArtis
Ada lukisan atau patung Yesus dan Maria yang dibuat oleh para artis dan menimbulkan decak kagum penikmat karya seni. Tanpa banyak pengetahuan mengenai seni pun saya menikmati detail patung buatan Michelangelo, misalnya, atau lukisan Leonardo da Vinci. Seolah-olah mereka ini memang sungguh menguasai seluruh pernak-pernik tubuh manusia (dan memang mereka…
-

Isis Vatikan
Sahabat-sahabat… janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi… Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Wah, lha kok kayaknya enteng banget Yesus memberi nasihat seperti itu ya? Padahal dia sendiri sewaktu di Taman Getsemani (bdk.…
-

Bisnis Edan Kerajaan Allah
Kalau tempat kerja saya ini bisa disebut sebagai perusahaan, tentu ini perusahaan yang aneh bin ajaib dan orang-orang di dalamnya bisa dibilang rada kenthir alias sableng. Betapa tidak, sementara banyak orang ‘mengadu nasib’ untuk menjadi PNS, berlomba-lomba menduduki jabatan elit, bersusah payah untuk promosi ke pucuk pimpinan, di tempat saya kerja…