Category: Daily Reflection
-

Zaman Modern Gini Masih Percaya Malaikat?
Sewaktu saya duduk di kelas 6, saya pulang dari kegiatan di gereja Blok B berjalan kaki pada sekitar jam sepuluh malam (buset deh ini anak kecil keluyuran sampai malam!) menyusuri Jalan Melawai dan Wijaya I. Setibanya di perempatan gereja Santa, saya turun dari trotoar hendak menyeberang Jalan Wolter Monginsidi. Jalanan sedang…
-

Jangan Mempertuhankan Yesus, Brow!
Suatu pagi saya terima telpon dari karyawan. Saya kira dia mau cuti atau setidaknya mohon maaf karena terlambat. Ternyata ia melaporkan bahwa pada tugu dekat rumah kami ada coretan besar: JANGAN MEMPERTUHANKAN YESUS. Saya tak mengerti seberapa penting dan mendesaknya hal itu sehingga ia mesti menelpon saya pagi-pagi itu. Apa gak kita…
-

Walk Out gak eaaaa
Pesan bacaan Injil hari ini mungkin oleh kebanyakan pembaca dirumuskan: lebih baik omongannya jelek tapi tindakannya baik daripada omongannya baik tapi tindakannya jelek. Sebagai nasihat moral, mungkin pernyataan itu bisa dipakai, tetapi pesan bacaan hari ini saya kira bisa ditelusuri dengan cara lain. Bacaan pertama memberi suatu kerangka mengenai pengadilan…
-

Makan: Sensasi atau Butuh?
Aktivitas apa yang gak enak dilakukan waktu tua dan aneh jika dilakukan waktu muda? Salah satunya: diet! Beberapa orang tua tak punya masalah dengan diet dan bikin iri orang lain: makan apa saja dan sebanyak apa saja kok ya tetap kurus dan tak punya masalah dengan kolesterol. Padahal, orang lain…
-

Seperti Apa Roda Hidupmu?
Konon, manusia hidup dalam roda alam: kadang sedemikian mudah menyenangkan, kadang begitu sulit dan keras. Jika sepanjang hidupnya ia sengsara, barangkali rodanya segitiga! Kemarin disodorkan kata-kata Salomo mengenai kesia-siaan hidup manusia: kebahagiaan tidak ditemukan dalam aliran-aliran sekolah para kaum terpelajar, termasuk bahkan filsafat hedonis ala Epicurus sekalipun. Sarannya, di dunia…
-

Memuaskan tapi Sia-sia… Hadeh…
Pada benak kita ada kelebatan hasrat untuk memenangkan yang baik: ingin pahlawan menang, inginnya film itu gak nggantung ending-nya dan kejahatan dikalahkan, ingin tokoh antagonis celaka. Hasrat itu tak hanya tertuju pada film, tetapi juga pada kenyataan hidup: inginnya pentolan-pentolan ISIS itu dikumpulkan di satu tempat dan dibom saja atau…