Category: Personal Notes

  • Inikah Identitas Imam?

    Inikah Identitas Imam?

    Topik obrolan ini bermula dari pertanyaan mengenai roman collar, yang di Indonesia sekarang sudah dipadukan dengan pakaian bermotif batik bagi para imam. Saya pernah punya hem khusus untuk para imam dengan roman collar pada bagian depan krah. Saya pakai tiga kali: satu kali dalam perjalanan menuju Napoli untuk ikut konselebrasi…

  • Mosok Tuhan Bosok?

    Mosok Tuhan Bosok?

    Kasus spanduk “Tuhan Membusuk” tak sepopuler kasus Florence meskipun kontroversial. Panitia penyambutan mahasiswa baru di UIN Surabaya menjelaskan pengertian frase ‘Tuhan membusuk’ sebagai kritik terhadap penyalahgunaan nama Tuhan oleh kelompok-kelompok tertentu. Ada yang bisa menerima, tetapi ada juga yang begitu keras menentangnya. Saya tak tahu apakah yang menentang itu sudah…

  • Bye, Thanks, Florence!

    Bye, Thanks, Florence!

    Topik Florence dalam minggu ini memang menaikkan page view situs atau blog yang mengulasnya. Saya sendiri baru tersadar bahwa tag Florence ternyata bercokol di baris teratas. Padahal, selama tujuh bulan ini selalu dihuni Daily Reflection karena mayoritas posting saya letakkan dalam kategori itu dan posting-posting tentang Florence sendiri tidak sampai…

  • Sopan Santun, Hari Gini?

    Sopan Santun, Hari Gini?

    Di kota Jogja ini dulu saya belajar: mematikan mesin motor, kalau perlu turun dari motor, membuka helm dan baru bertanya mengenai arah kepada warga setempat yang tak berkendara, saat saya tersesat. Di sini pula saya belajar turun dari mobil untuk bertanya kepada orang di pinggir jalan dan bukannya teriak dari…

  • Florence lagi…. Florence lagi…

    Florence lagi…. Florence lagi…

    Saya belum pernah tidur di atas Florence (springbed Italia). Lha, sebagaimana belum bisa merasakan nyamannya Florence, saya pun belum bisa merasakan apa yang dirasakan Florence sehingga muncul judul Florence: Saya Berharap Warga Yogyakarta Cerdas, Tidak Terprovokasi. Barangkali itu plintiran wartawan; dan jika demikian, Herianto Batubara via Detiknews pantas disikilidiki. Akan…

  • Kelatahan ‘panik massa’ & revolusi mental

    Kelatahan ‘panik massa’ & revolusi mental

    Dalam sebuah simulasi analisis sosial tampak bahwa kelompok tertindas memiliki solidaritas yang relatif lebih tinggi dalam upaya mengubah nasib mereka. Kelompok penindas cenderung status quo dan kelompok menengahnya melihat-lihat mana yang lebih menguntungkan mereka. Secara teoretis, sebetulnya ketiga kelompok itu ya sama-sama “cari untung tolak rugi”. Hanya saja, yang tertindas…