Category: Personal Notes
-

Apa Pentingnya Kebangkitan?
Sejak hari minggu Paskah, bacaan-bacaan bicara mengenai kebangkitaaaaan terus, kayak gak ada topik lain aja!!! Banyak orang Yahudi tak mengakui kebangkitan Yesus; begitu juga saudara2 muslim tidak mengakuinya, apalagi agama yang bukan dari Timur Tengah, mungkin tak punya pikiran sama sekali mengenai kebangkitan: emangnya gua pikirin. Akan tetapi, itu gak…
-

Boleh Gak Konsultasi Peramal?
Piazza Navona, Roma. Di sebelah kanan adalah gereja St. Agnes. Di seberang gereja itu berderet orang-orang tua dengan meja berisi kartu, atau barang-barang lainnya yang mereka pakai untuk meramal pengunjung yang menghendakinya. Ada beberapa kursi yang diduduki pengunjung. Ada juga pengunjung yang melihat peramal dan pengunjung dengan pandangan gimana gitu.……
-

Penampakan atau Tipu-Tipu?
“Penampakan Bunda Maria tidak jadi di Gunung Sempu; Bunda Maria akan menampakkan diri di Sendangsono.” Kira-kira seperti itu bunyi pengumuman yang pernah saya ingat ketika saya baru saja lulus SMP dan mengenyam pendidikan kelas nol di Seminari Mertoyudan. Salah seorang guru senior kami rupanya sangat antusias dengan sepak terjang kelompok…
-

Living Our Own Deaths
Setelah mengikuti jalan salib Yesus sampai kematiannya, dan tak ada cerita apa-apa setelah kematiannya, aneka pertanyaan bersliweran di kepala: Kematiannya, terlepas dari soal cara matinya, gak ada istimewanya. Semua orang mati, bagaimanapun caranya. Tubuh si guru dari Nazareth gak punya keistimewaan lebih daripada orang-orang lain: nabi, orang biasa, raja, ahli Taurat, orang Farisi,…
-

Dari manakah omdo’ – NATO?
Memang orang belajar omong dari pendengaran. Gak mengherankan bahwa orang yang bisu kebanyakan juga tuli. Akan tetapi, dari mana datangnya orang yang hanya bisa omdo’ (omong doang) alias No Action Talk Only? Terlalu banyak mendengarkah? Sebaliknya, justru karena tidak mau mendengar, alias gak mau melihat, yang dalam bahasa Kitab Suci…
-

Fanatik – fanatisme
Saya pernah merasa malu sekali karena sempat usul kepada teman saya untuk berpindah agama. Saya Katolik, dia Islam. Memang saya sama sekali tidak memaksa, saya benar-benar hanya usul. Saya pikir mungkin dia akan lebih maju dalam hidup rohaninya jika menjadi Katolik. Segera setelah saya melontarkannya, saya malu dan menyesal sekurang-kurangnya…
You must be logged in to post a comment.