Boleh Gak Konsultasi Peramal?

NavonaPiazza Navona, Roma.
Di sebelah kanan adalah gereja St. Agnes. Di seberang gereja itu berderet orang-orang tua dengan meja berisi kartu, atau barang-barang lainnya yang mereka pakai untuk meramal pengunjung yang menghendakinya. Ada beberapa kursi yang diduduki pengunjung. Ada juga pengunjung yang melihat peramal dan pengunjung dengan pandangan gimana gitu.

Siapa sih sasaran ramal-meramal ini?

Mengapa orang melirik ramal-meramal? Iseng-iseng, just for fun, atau serius sungguhan lirikannya?Konsumen mana yang tertarik secara serius pada ramal-meramal ini? Ya mereka yang galau, krisis, stres, jatuh, gagal beruntun, patah hati, cupet, buntu, gelap, labil, disorientasi, bisnis merugi terus, dikerjai orang dan sebagainya.
“Eh, mbok jangan gitu, ada juga loh orang yang meramal orang-orang hebat dan ramalan itu tepat!”
Lha ya justru itu, memangnya orang hebat itu gak bisa stres atau jatuh? Lha kalau dia stres lalu minta pertimbangan ke peramal, tentu saja dia bisa ambil rentetan keputusan yang ujung-ujungnya memenuhi ramalan itu sendiri: self-fulfilled prophecy.

So what gituloh...

Saya percaya bahwa dengan ganti nama, orang bisa saja menjalani hidupnya secara lebih baik. Itu bisa dipikir baik-baik, gak perlu dipahami dari zodiak atau ramal meramal atau apa lagi deh metodenya. “Loh tapi ramalan bintang saya itu tepat je!”

Sewaktu masih kelas 5 SD saya berjalan kaki dari terminal Blok M ke arah gereja Blok B di Jalan Melawai. Di tengah kerumunan orang itu tiba-tiba seorang bapak meraih tangan saya dengan ramah dan duduk di kursinya, lalu bertanya,”Dari paroki mana, Dik?” Saya jawab, “Blok Q”, dan dia melihat telapak tangan saya, lalu tersenyum dan mengatakan, “Kamu nanti jadi orang besar.” Ada kalimat lain yang dia katakan tetapi tak saya ingat lagi. Saya tercengang karena pertanyaan pertamanya: kok bisa-bisanya langsung tanya dari paroki mana! Apa di dahi saya ada rosarionya ya?

Sekarang, setelah 30 tahun berlalu, saya memang jadi orang besar: 82 kilogram! Tepat kan ramalan bapak misterius itu?
“Ha iya, tapi itu kan ramalan umum sifatnya. Jadi gak bisa dibilang tepat.”

 Oke, sebutlah Marie Anne Adelaide Lenormand, peramal profesional yang secara tepat meramal jatuh bangunnya Napoleon dan perceraiannya dengan Josephine. Ramalannya tepat. Trus, so what? What next?”

Apa yang kau cari, brow?

Jalan pintas memang beragam bentuknya. Yesus bisa saja turun dari salibnya dan menggantikan dirinya dengan Maria Magdalena atau murid laki-lakinya. Wong dia Tuhan kok, pasti bisa bikin heboh yang seperti itu dong. Tapi, itu bukan jalan keselamatan yang disodorkannya! Jalan yang ditawarkannya sederhana: no pain, no gain; ia memilih jalan penderitaan. Jalan itulah yang justru bikin hidup ini lebih variatif dan sungguh memberi kehidupan.

Orang bisa saja memelihara tuyul, berhubungan dengan makhluk halus untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Di internet kiranya aneka primbon dan metode ramalan bisa ditemukan. Mungkin ada juga yang menyodorkan metode hibrida saintifik-supranatural supaya orang sukses dalam hidupnya. Orang beriman gak perlu menyangkal itu semua. Ia gak perlu menolak adanya makhluk halus, tuyul, atau kemampuan orang yang punya karunia pelihat/peramal.

Yang penting orang beriman waspada hal itu semua (tuyul, tarot, ramalan, dukun, tenaga dalam, meditasi) muaranya ke mana: sesuai dengan azas dan dasar atau semakin mengerucut kepada kepentingan diri (entah peramal maupun yang diramal)! Konkretnya, apakah konsultasinya ke dunia gaib atau dukun itu semakin memperdalam kepasrahannya kepada Allah dan tekad untuk mengabdi-Nya, sang penguasa kehidupan, atau semakin memupuk arogansi dirinya sebagai megaloman supaya keinginannya dilaksanakan semua!

Yang pertama membawa orang kepada konsolasi, yang kedua mengurungnya dalam desolasi. Silakan coba dan pilih sendiri, tapi rasa saya sih, orang tidak mengalami konsolasi dengan pergi ke dukun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s