Blusukan ala Kristus…

In a time of universal deceit, telling the truth is a revolutionary act – George Orwell.
Peter John lamePara petinggi agama bangsa Yahudi begitu yakin bahwa pewartaan Petrus dan Yohanes bisa dibungkam dengan ancaman penjara. Mereka disidang oleh mahkamah agung di Yerusalem, tetapi justru malah makin berkobar-kobar untuk mewartakan kebangkitan Kristus. Tentu saja hal ini semakin membuat pemimpin agama marah. Tapi apa mau dikata, dalam perikop selanjutnya diceritakan bagaimana pemimpin agama semakin mengancam, tapi tak berkutik karena orang banyak bisa melihat fakta yang dikatakan Petrus dan Yohanes. Orang banyak tahu bahwa seorang lumpuh telah disembuhkan dalam nama Yesus yang telah bangkit. Roh Kristus inilah yang menguatkan Petrus dan para murid lain untuk mewartakan kebangkitan Kristus itu, melampaui ruang sempit tahanan.

Demikian juga blusukan Kristus tidak hanya terjadi ketika para rasul berkumpul untuk berdoa bersama. Tidak seperti penampakan sebelumnya, pada peristiwa kali ini Yesus hadir di tengah-tengah bisnis sehari-hari para rasul. Para rasul sebenarnya mengalami disorientasi pasca kematian Yesus, gak tau mau ngapain tanpa Yesus, sehingga mereka balik kerja untuk survival, memenuhi kebutuhan hidup mereka sendiri. Akan tetapi, dikisahkan bahwa semalaman mereka mencari ikan dan hasilnya nihil. Saat mereka mau ke daratan, Yesus bertanya apakah mereka mendapat sesuatu untuk dimakan, mereka bilang gak ada. Waktu itu mereka tak tahu bahwa yang bertanya itu adalah Yesus, guru mereka. Yesus menyuruh mereka menebarkan jala ke sebelah kanan, dan kok ya mau-maunya mereka nurut gituloh. Lha kok jebulnya mereka mendapat banyak ikan.

Saat itulah Yohanes tersadar bahwa orang di tepi pantai itu adalah guru mereka, tetapi justru Petrus yang begitu tahu (artinya percaya pada omongan Yohanes) bahwa orang itu guru mereka, segera nyebur ke air untuk segera menjumpai Yesus. Anehnya, mungkin saking takut dan girangnya, mereka semua tidak mengkonfirmasi apakah orang itu betul-betul Yesus karena memang mereka tahu bahwa itulah Yesus yang telah bangkit itu.

Blusukan Kristus dalam kesibukan sehari-hari orang tidak bisa langsung ditangkap (bdk. posting Penampakan atau Tipu-Tipu). Rupanya ada pola tertentu yang menyadarkan para rasul pada bagaimana Kristus itu hadir. Para rasul punya memori atau kenangan akan kebiasaan Yesus Kristus sebelum wafat-Nya. Orang zaman ini tentu hanya bisa bersandar pada kesaksian mereka, tetapi kemudian orang sekarang juga bisa memperkuat kesadaran akan kehadiran Kristus itu dengan examen conscientiae (baca: konsiènsié). Tak usah lama-lama, lima menit saja bisa disisihkan di tengah-tengah jeda bisnis sehari-hari. Jika sudah terlatih, examen ini bahkan bisa dilakukan juga selagi orang sibuk dengan pekerjaannya, karena hatinya sungguh terpaut pada Allah (itulah artinya memikirkan perkara-perkara di atas, dan bukan perkara-perkara di dunia ini, bdk. Kol 3,1-2).


JUMAT DALAM OKTAF PASKA
25 April 2014

Kis 4,1-12
Yoh 21,1-14

2 replies