Tag: pendosa yang dipanggil

  • Oligarki

    Oligarki

    Jika featured image saya beri caption kutipan dari bacaan hari ini, mungkin ada kecocokannya: Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa, supaya bertobat. Bayangkanlah sosok yang di tengah itu pemberi sabda, dan di kiri kanannya berkumpul pemungut sumber daya dari mana-mana. Apakah mereka orang berdosa? Ya tentu sajalah;…

  • God’s Friends

    God’s Friends

    Kemarin sudah disinggung bagaimana puasa hanya relevan bagi orang yang mengerti maknanya: demi sesuatu yang lain, yang dalam posting sebelumnya disebut sebagai yang lebih baik lagi. Kalau ‘yang lain’ itu sudah ada dalam dirinya, dan mesti berpuasa, tentu ada ‘yang lain dari yang lain’ itu sebagai alasannya berpuasa. Juga disinggung…

  • Jalan Buntu

    Jalan Buntu

    Manusia tak perlu merias diri atau tampil baik di hadapan Allah supaya dicintai-Nya tanpa syarat. Wong namanya cinta tanpa syarat, tentu tak ada batasan apa-apa. Allah memanggil manusia dengan cinta-Nya pada momen mana pun, dalam status apa pun. Keyakinan ini nemplok di kepala saya ketika kemarin di antrean lampu merah…

  • Teologi Angkat Pantat

    Teologi Angkat Pantat

    Berbahagialah Matius yang duduk mager dan uang datang dengan sendirinya karena tugasnya memang duduk di tax booth di Kapernaum, yang terletak di jalur perdagangan dari Damaskus ke Galilea dan wilayah Mediterania, dan memungut pajak perdagangan. Pajak ini dibayar oleh pedagang tetapi tentu saja barang yang dipajaki ini sampai ke pembelinya…

  • Panggilan Gentho

    Panggilan Gentho

    Kadang bisa dirasakan Tuhan itu terlalu menuntut (sebetulnya sih manusianya sendiri saja yang terlalu idealis dengan tuntutannya) dan memberikan hidup terasa tak bisa ditanggung lagi. Tak mengherankan, pada momen-momen seperti itu, menyerahkan hidup lantaran frustrasi jadi lebih mudah daripada memperjuangkan hidup sesama. Orang bisa sedemikian terokupasi oleh bidadari negeri antah…

  • Pendosa tapi Dipanggil

    Pendosa tapi Dipanggil

    Kemarin muncul cover majalah Der Spiegel yang mengundang senyum berkenaan dengan tragedi kemanusiaan yang terjadi di Eropa belakangan ini. Bahkan tanpa basic Bahasa Jerman, sejauh orang punya cukup pengetahuan umum, ia bisa mengerti bahwa Mutter Teresa dimirip-miripkan dengan Mutter Angela (Merkel). Memang sama-sama perempuan, tetapi yang dibandingkan terutama adalah soal…