Tuhan? Gak Ada Urusan!

Perseteruan antara Yesus dan roh jahat dalam narasi hari ini menarik. Menariknya apa? Pertama, di rumah ibadat aja ternyata masih dimungkinkan orang kerasukan roh jahat! Katanya rumah ibadat itu tempat untuk memuji Allah, lha kok malah ada orang kerasukan setan?! Pada tempat yang semestinya orang fokus pada Tuhan saja si setan itu masih bisa berkeliaran.

Kedua, kartu truf yang dipakai oleh roh jahat: pengetahuan akan identitas Yesus. Kok bisa jadi kartu truf? Dalam mitos penciptaan, Adam memberi nama kepada segala ciptaan lain (Kej 2,19-20). Menamai juga berarti menguasai ciptaan lain dan itu mengandaikan pengetahuan. Tanpa pengetahuan, penamaan menjadi ngawur dan orang bisa jadi bulan-bulanan ciptaan lain. Lihatlah bagaimana sekelompok masyarakat diperdaya oleh botol soft drink dalam The God Must be Crazy.

Loh, bukankah identitas yang disodorkan roh jahat itu betul? Ia gak ngawur loh. Ia mengeksplisitkan Yesus sebagai yang kudus dari Allah! Bagaimana mungkin mengatakan kebenaran jadi senjata bagi roh jahat untuk menyerang Yesus? Mari kita pahami nuansa perseteruan yang disodorkan roh jahat.

Pertama, ia mengatakan: apa urusan lo deket-deket sama gw?! Gw gada urusan sama lo! Begitu kiranya hambatan orang untuk beriman: Tuhan gak ada urusan dengan hidup orang. Kita rajin berdoa, ikut misa, berpuasa, naik haji, jadi pertapa, jadi biksu, dan lain-lainnya; itu oke, demi mendapat predikat sebagai orang baik, tapi di luar urusan moral itu, sukak-sukak gw mau apa! Dengan begitu, iman tidak menjadi nafas hidup orang, tetapi disimpan dalam laci moral belaka yang sewaktu-waktu bisa dibuka untuk menunjukkan diri sebagai orang beragama yang baik.

Kedua, roh jahat menegaskan bahwa dia tahu benar identitas Yesus yang semestinya ngendon di laci tadi! Pengetahuan digarisbawahi oleh roh jahat: tahu ini itu, tahu hukum agama, tahu soal tritunggal, tahu aturan liturgi, tahu dokumen-dokumen Gereja, dan sebagainya. Akan tetapi, iman bukanlah semata soal mengetahui! Sekali lagi, iman adalah soal perjumpaan, soal relasi, soal keterlibatan. Pengetahuan brilian mengenai iman yang tidak melibatkan hati dan kehendak untuk mewujudkan warta gembira justru mempermiskin iman seseorang.

Ya Tuhan, berilah aku rahmat pengenalan akan Diri-Mu dalam setiap langkahku dan ujilah pengetahuanku supaya senantiasa selaras dengan tutur kata dan tindakan Yesus sendiri!


SELASA PEKAN BIASA I B/1
13 Januari 2015

Ibr 2,5-12
Mrk 1,21b-28

4 replies

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s