Siapa Yang Nembak Duluan

Konon dalam relasi laki-laki perempuan sekarang ini ada pergeseran soal inisiatif untuk PDKT. Entah atas jasa Kartini atau bukan, perempuan tidak lagi terkungkung oleh paham umum bahwa urusan nembak-menembak adalah inisiatif laki-laki. Perempuan sekarang ini bisa saja nembak duluan tanpa harus membuang-buang waktu dan kesempatan menantikan todongan laki-laki idamannya.

Dalam relasi antara Allah dan manusia, tampaknya sia-sialah mengharapkan emansipasi seperti itu. Inisiatif senantiasa datang dari Allah karena Dialah pencipta manusia. Tak ada seorang bayi pun yang menginginkan dirinya untuk dilahirkan. Sebelum punya keinginan, ia sudah lebih dulu dibuat ada oleh Allah penciptanya. Apakah bukannya kalau begitu inisiatif datang dari orang tuanya? Tidak, karena bahkan keinginan orang tua untuk menikah saja berasal dari desire yang pemantiknya bukanlah diri mereka sendiri.

Itulah syarat pertama kepercayaan orang kepada Kristus seperti disodorkan Injil hari ini: tak ada seorang pun dapat datang kepada-Ku, jika ia tak ditarik Bapa yang mengutus Aku. Aneka misi tak pernah bisa dihayati sebagai upaya manusiawi belaka, bagaimanapun penjelasannya, untuk kristenisasi. Panggilan kok maksa. Panggilan itu ya suka-suka bagaimana Tuhan mau berinisiatif. Ini kelihatan dari bacaan pertama hari ini: baptisan asisten Ratu Etiopia terjadi bukan karena inisiatif Filipus, melainkan karena dorongan Roh. Masalahnya, kerap kali orang merasa diri dibisiki Roh hanya karena sudah hafal Kitab Suci atau punya kemampuan kotbah atau karunia penyembuhan! Akibatnya, bisa terjadi kristenisasi yang prosesnya malah insensitive terhadap gerak Roh sendiri (dan dengan begitu juga terhadap dimensi sosio-kultural masyarakat). [Kok sepertinya si penulis protes terhadap baptisan di kolam renang ya, haha]

Syarat kedua: orangnya sendiri tidak punya alergi terhadap aneka bisikan Roh yang mengutak-atik suara hatinya. Alergi seperti itu membuat orang terus menerus melarikan diri dari konsekuensi bisikan Roh yang justru kerap menghantam orang karena menariknya pergi dari zona kenyamanan hidup, mengatasi tekanan dan ketakutan-ketakutannya. Syarat ketiga: setia mendengarkan suara Allah baik melalui gerak Roh yang senantiasa perlu ditimbang-timbang maupun melalui hidup Kristus yang dijabarkan dalam Kitab Suci (dan karena itu terbuka pada sumbangan tafsir dan tradisi yang teruji). Pokoknya, iman kepada Kristus tidak didasarkan pada tanda-tanda heboh eksternal, tetapi pada rahmat, hadiah gratis yang dibuat Allah bagi semua orang. Memaksakan hadiah pasti bukan cara kerja roh Allah.


KAMIS PASKA III
23 April 2015

Kis 8,26-40
Yoh 6,44-51

Posting Tahun Lalu: Revolusi Mental, Revolusi Kultural?

1 reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s