Iman yang Tuntas

Bisa jadi penghayatan agama orang zaman ini merepresentasikan alam pikiran orang Yahudi pada zaman Yesus ketika berhadapan dengan aneka kesulitan hidup: penyakit, nasib sial, kesusahan. Misalnya, secara spontan orang bertanya,”Apa sih salahku? Apa dosaku sehingga penderitaan ini terus menimpaku?” Orang mengaitkan penderitaan dengan dosa atau kesalahan. Orang-orang Yahudi saat itu memang menganggap bahwa sakit adalah bentuk hukuman atas dosa yang dilakukan seseorang; penyakit fisik selalu merupakan konsekuensi dari moralitas yang buruk, entah orang yang bersangkutan atau bahkan orang tuanya (bdk. pertanyaan murid mengenai orang lumpuh sejak lahir dalam Injil Yohanes bab 9 ayat 2; untuk lebih lengkapnya silakan klik some notes on healing).

Yesus tidak memelihara anggapan seperti itu. Ia tak percaya pada takhayul, apalagi memelihara tuyul untuk menyembuhkan penyakit yang oleh orang banyak dianggap sebagai akibat dosa. Maklum, orang waktu itu (orang zaman ini juga sih, yaitu mereka yang ada dalam tahap perkembangan iman ketiga) mengira bahwa dosa adalah soal pelanggaran hukum. Maka, kalau melanggar ya mesti dihukum; kalau lolos dari hukuman manusia, ia akan dihukum Allah (melalui kutukan penyakit, kecelakaan, kemiskinan, kematian, dan sebagainya)!

Dosa bukanlah soal pelanggaran hukum, kecuali jika ‘hukum’ dimengerti sebagai proyek keselamatan Allah: setiap orang dipanggil untuk mewujudkan gambaran Allah sebagaimana ia dicipta seturut citra-Nya. Ada finalitas, ada tujuan yang menjadi tatapan setiap orang dalam menjalani hidupnya (itulah maksud AMDG). Orang tidak berdosa hanya karena ia melanggar sopan santun, tetapi karena ia menganggap dirinya (bukan Allah) sebagai patokan sopan santun. Lha, runyamnya ialah bagaimana menentukan apakah orang memakai patokan dirinya atau Allah. Tak sedikit orang yang jatuh pada klaim menggunakan tolok ukur dari Allah sementara tindakannya jelas menunjukkan motif keserakahan dalam aneka dimensi. Orang-orang seperti ini menghujat Allah.

Nah, ahli-ahli Taurat menuduh Yesus telah menghujat Allah karena ia mengatakan kepada orang lumpuh itu,”Dosamu telah diampuni.” Saya juga tidak tahu bagaimana mereka bisa menuduh begitu. Bukankah ia hanya membuat pernyataan bahwa dosa orang lumpuh itu diampuni? Siapa yang mengampuni? Ya Allah sendirilah!

Tetapi, menariknya, Yesus tidak berhenti di situ. Ia sadar betul paham yang dianut masyarakat waktu itu soal hubungan antara dosa dan penyakit. Ia juga mengerti bahwa ahli-ahli Taurat menganggapnya mempermainkan kuasa Allah. Untuk menanggapi hal itu, ia menyelesaikan kalimatnya dengan tindakan. Mari lihat teksnya: “Supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa”, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu :”Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” Susunan kalimat itu rada aneh, bukan? Ada dua subjek utama yang disodorkan Yesus: ahli-ahli Taurat dan orang lumpuh. Kepada orang lumpuh kalimat Yesus sudah komplet: bangun dan pulang sana! Nah, kepada ahli-ahli Taurat, yang disampaikan Yesus cuma keterangan tujuan: supaya kamu tahu bla bla bla. Kalimat utamanya berupa perkataan yang berarti tindakan Yesus menyembuhkan orang lumpuh.

Ada kalanya tindakan mengafirmasi perkataan nan kontroversial. Ahli-ahli Taurat tidak bisa lagi menuduh bahwa Yesus menghujat Allah. Ia sungguh melakukan apa yang menurut pikiran mereka hanya bisa dilakukan Allah. Melalui Yesus, kuasa Allah sungguh dinyatakan, juga untuk mengampuni dosa yang membuat blokade bagi perkembangan orang untuk mewujudkan proyek citra Allah dalam dirinya.

Tuhan, bantulah aku untuk hanya melakukan apa yang Kaukehendaki dariku untuk kunyatakan. Amin.


HARI KAMIS BIASA XIII B/1
Peringatan S. Bernardino Realino dkk (SJ)
2 Juli 2015

Kej 22,1-19
Mat 9,1-8

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s