Ayo Investasi

Agama tak pernah jadi jaminan keselamatan. Sering agama justru jadi sarana keserakahan, jadi ajang kejahatan, jadi alat kelaknatan orang karena menciptakan peluang untuk mengeksklusikan mereka yang tak beragama atau beragama lain. Jadi kalau orang merasa punya akses pada keselamatan, entah surgawi entah duniawi (lha emangnya itu beda ya?), semata karena sudah beragama (sebaik apapun klaim agamanya), ia salah jalan, tersesat, tertipu, jadi korban indoktrinasi.

Bacaan hari ini bisa ditangkap sebagai simbol kuat bagi positioning yang menyesatkan itu. Kisahnya ada dalam konteks kisah yang dipaparkan dalam liturgi beberapa hari yang lalu (bdk. Matinya Nurani Wong Edan atau Dasar Orang Gila). Sanak keluarga Yesus hendak menemuinya dan saking sesaknya orang, mereka berdiri di luar dan meminta orang supaya memanggil Yesus. “Lihat, ibu dan saudara-saudaramu menunggu di luar!” Informasi itu dipakai Yesus untuk menyatakan pesannya: keluargaku ialah mereka yang tidak tinggal di luar itu, tetapi yang tinggal di dalam, bersamaku.

Ibu dan saudara-saudari Yesus berdiri di luar. Ini bukan indikasi dimensi ruang geografis fisik belaka, melainkan juga indikasi ruang batin: hanya mereka yang berada ‘ di dalam’, yang mendengarkan Sabda Allah, yang kemudian bisa jadi keluarga Yesus yang sesungguhnya. Orang beriman diharapkan waspada supaya tidak main klaim sebagai keluarga Yesus dengan agama yang dipeluknya. Orang beriman diharapkan hati-hati supaya tidak main klaim sebagai pemilik Allah dengan agama yang dipeluknya. Ia justru perlu senantiasa mawas diri apakah ia sedang dalam track untuk mendengarkan Sabda Allah sebagaimana diupayakan oleh orang-orang lain yang berkehendak baik, entah berlabel agama atau tidak. Semua orang diundang untuk tinggal ‘di dalam’, tinggal bersama Allah, menangkap setiap substansi, tempat Allah menginvestasikan Sabda-Nya.

Ya Allah, bantulah kami supaya mata batin jernih untuk menangkap investasi-Mu dalam setiap hal, setiap perjumpaan kami. Amin.


SELASA BIASA III C/2
Peringatan Wajib S. Timotius dan Titus
26 Januari 2016

2Sam 6,12b-15.17-19
Mrk 3,31-35

Posting Tahun Lalu: Non Sense-of-Belonging

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s