Mau Ngapain Eaaa…

Mungkin Anda pernah melihat ‘dirigen mendadak’ yang mengajak orang-orang lain menyanyi bersama dengan menghitung satu dua tiga tanpa terlebih dahulu membunyikan nada dasarnya. Tentu saja setiap orang mengambil nada dasarnya sendiri dan mungkin tanpa sengaja malah terdengar suatu polifoni… yang ancur. Atau bisa juga Anda dan teman-teman berkirim SMS panjang untuk menyepakati tanggal pertemuan dan masing-masing sibuk memberikan keterangan tentang slot waktu yang bisa disepakati bersama. Akhirnya setelah sekian waktu tercapailah deal waktu, tetapi rupanya kelupaan untuk menentukan tempat pertemuannya.

Tomas Rasul kiranya bukan sosok orang seperti itu. Ia punya pemikiran yang sistematis. Orang harus tahu tujuan terlebih dahulu sebelum mengambil langkah tertentu. Tetapi berhadapan dengan Yesus, cara pikirnya itu tidak klop. Yesus bilang,”Ke mana aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.” Kata Tomas,”Loh, kami ini kan gak tahu ke mana dikau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?” Tomas melihat tujuan sebagai posisi hasil akhir. Ini tidak klop dengan anjuran Yesus,”Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.”

Mari kita lihat dunia internet yang menjejali kita dengan aneka macam informasi sedemikian padatnya sehingga tak mudah bagi kita untuk memilah-milah mana informasi yang benar, mana yang berguna, mana yang autentik, mana yang sekadar mengejar rating, pageview atau hit. [Njelehi banget gak sih lima baris mesti klik next?] Di tengah belantara informasi itu orang benar-benar bisa tersesat dan jelaslah: dia tak tahu apa yang mesti dia buat dengan internet; pokoknya mana yang menarik sensasi indera, itulah yang dikejar.

Yesus tidak menawarkan tujuan sebagai hasil akhir, tetapi sebagai “proses menjadi” dan proses menjadi itu adalah prinsip yang berlaku di bagian belantara hutan manapun. Itulah azas dan dasar yang disokong oleh suatu discernment, suatu pembedaan Roh, yang takkan pernah jatuh pada satu hasil tertentu, tetapi memungkinkan orang terus bergerak untuk mengejar mana yang paling baik baginya dalam memaknai hidupnya, dalam memuliakan Allah, dalam mengabdi Tuhan. 

Orang macam ini tidak galau atau risau karena hasil itu tak kunjung jelas, tetapi ia resah senantiasa dalam pencarian Roh yang membuat dirinya semakin autentik. Lagi-lagi, ini bukan soal status hidup, melainkan soal style of life; itulah yang ditawarkan Yesus: terserah lu mau jadi apa, yang penting lu jujur sama batin lu sendiri; karena di situlah jalan yang disediakan Allah bagi setiap orang.

Tujuan yang ditanyakan Tomas adalah jalan yang ditunjukkan Yesus. Kembali ke dunia maya. Pertanyaannya bukan dunia apa yang ditawarkan internet, melainkan dunia apa yang mau kubangun lewat internet. Kalau begitu, problemnya tidak terletak pada kenyataan dunia internet yang jadi belantara informasi tumpang tindih dan simpang siur, tetapi pada kenyataan diri: aku mau apa dengan internet. Dengan demikian, problem memang tidak di luar sana, tetapi di dalam sini; tetapi yang kerap terjadi adalah orang mencari kambing hitam: bingung dengan diri sendiri, lalu menyalahkan Tuhan; tak tahu apa yang mau dibuat, lalu menyalahkan orang lain.

Ya Tuhan, semoga semakin kami tangkap jalan-Mu. Amin.


JUMAT PASKA IV
22 April 2016

Kis 13,26-33
Yoh 14,1-6

Posting Tahun 2015: Life as A Staircase
Posting Tahun 2014: Yesus Arogan Skale’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s