Pokémon Go: Playing Truth

Kebenaran mungkin juga seperti bayangan: semakin dikejar, semakin menjauh; semakin dijauhi, malah mendekat. Njuk gak usah mengejar Kebenaran saja ya supaya tidak menjauh? Haha… ya tak perlu seliteral itu. Kebenaran sesungguhnya sudah tinggal bersama kita. Problemnya, kita tak menyambut-Nya, atau, kita menyambut-Nya secara keliru.

Semakin orang mempelajari Kebenaran, semakin ia kehilangan Kebenaran itu. Kebijaksanaan dan inteligensi manusiawi, yang memang dibuat untuk mengejar Kebenaran itu, malah bisa menyesatkannya. Kebenaran tersembunyi bagi orang yang berpikir harus meraihnya melulu dengan IQ dan pengetahuan manusiawi. Teknologi dan ilmu pengetahuan tidak muncul dari meditasi olah rasa, tetapi dari olah pikir dan pada titik tertentu, hasil olah pikir itu malah mengalienasi, mengasingkan orang dari hidup yang sesungguhnya. Sudah terlalu banyak tragedi yang menunjukkan hal itu: mulai dari kamar gas The Holocaust sampai pembantaian massal belakangan ini. [Sekali lagi, kita tak bisa cuma mengatakan bahwa teknologi itu netral dan bergantung pada orang yang menggunakannya. Orang perlu mempertanyakan orientasi teknologi sejak merancangnya: mau menguasai Kebenaran, atau mau membuka diri pada-Nya. Bazooka (yang memanifestasikan paradigma kekerasan dan kekuasaan) misalnya, tak diciptakan untuk membunuh nyamuk atau lalat.]

Saya kira bukan basa-basi kalau orang terpelajar, setelah sekian tahun dihabiskannya untuk studi, ujung-ujungnya berkata bahwa ia tak tahu apa-apa. Tentu saja ia tahu banyak hal, tetapi ia masuk dalam spiral Kebenaran yang melemparkannya kembali ke level zero. Begitu setiap kali orang mencapai prestasi tertentu, ia tersadar bahwa prestasi itu cuma sebagian kecil dari Kebenaran yang menyatakan Diri. Mungkin memang Kebenaran hanya bisa diakomodasi dengan bermain. Hanya dengan bermain bersama Kebenaran orang akan berjumpa dengan-Nya. Repotnya, bermain bersama dengan Kebenaran mengandaikan suatu augmented reality yang ditangkap bukan dengan sensor inderawi, melainkan dengan kejernihan hati.

Terpaksa saya sebut Pokémon Go, bukan untuk mempromosikan atau mendegradasikannya, melainkan untuk melihat bagaimana bermain dengan Kebenaran itu terjadi. Aplikasi permainan itu mungkin baik bagi mereka yang mager dan mengasyikkan juga bagi mereka yang senang jalan-jalan. Dengan smartphone di tangan orang menyusur jalan seturut citra yang ditangkap kamera dan teknologi augmented reality bisa menongolkan makhluk unyu-unyu yang mesti ditangkap dengan tapping pada layar smartphone. Konon, makhluk itu bisa dilatih supaya jadi lebih kuat dan bisa beradu kuat dengan makhluk lain yang dilatih oleh orang lain.

Akan tetapi, saya ingin menarik perhatian kita pada nongolnya makhluk unyu-unyu yang merupakan hasil teknologi augmented reality itu. Makhluk itu kita tangkap dengan indera penglihatan, mungkin juga kita deteksi keberadaannya karena vibrasi smartphone. Apa yang kita tangkap melalu sensor inderawi tetaplah merupakan data inderawi yang tidak otomatis terhubung dengan Kebenaran. Kebenaran itu tertangkap jika augmented realitynya tertanam pada hati, bukan pada smartphone. Augmented reality dalam hati inilah yang bisa kita sebut sebagai refleksi iman: orang melihat aneka momen hidup dalam terang perjumpaannya dengan Allah. Begitulah, Kebenaran adalah perjumpaan, tetapi bagi orang-orang yang merasa diri hebat, Kebenaran hanyalah fatamorgana, sebagaimana orang mengejar Pokémon dan hidupnya berakhir di kolam renang, misalnya.

Tuhan, tambahkanlah iman dalam budi dan hati kami.


RABU BIASA XV

Yes 10,5-7.13-16
Mat 11,25-27

Posting Rabu Biasa XV B/1 Tahun 2014: Sejarah Allah Bukan Sejarah Agama
Posting Rabu Biasa XV Tahun 2014: Kaum Bijak-Pandai Celaka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s