Bunga Tidur

Protagonis cerita kecil kita hari ini bukan si sableng, melainkan ayah angkatnya (yang juga sableng sih, memang kita semua ini sableng) yang bernama Yosef, Yusuf, Giuseppe, Ucup, atau bagaimana deh itu mau diterjemahkan. Darinya kita belajar mengenai tafsir mimpi yang biasanya tak begitu diperhatikan orang pada zaman ini, bahkan meskipun para motivator menyerukan pentingnya mimpi untuk meraih kesuksesan di masa depan. Tentu saja, karena mimpi yang dimaksudkan para motivator bukanlah bunga tidur ini.

Yosef tidak berhadapan dengan persiapan pernikahan yang mudah karena ‘kecelakaan’ yang dialami calon istrinya. Posisi sulit dirinya dan Maria itu barangkali juga membuatnya begitu galau sampai terbawa mimpi. Akan tetapi, siapa kira bahwa Allah pun bicara bahkan melalui mimpi? Pada kenyataannya, Allah bisa bicara melalui apapun dan persoalannya selalu terletak pada bagaimana orang menangkapnya, dan itu mengapa diperlukan suatu metode tafsir atau hermeneutika juga terhadap mimpi. Halah, ribet amat sih Rom, mimpi aja pake’ ditafsirkan segala! Yo sebetulnya gak ditafsirkan juga gak apa sih wong pada akhirnya di hadapan Allah manusia itu ya bebas, sebebas-bebasnya.

Menariknya, yang dialami Yosef ini bisa jadi preseden bagi suatu tafsir mimpi. Kalau orang peka terhadap rasa perasaannya, juga sebelum bermimpi, saat bermimpi, dan sesudah bermimpi, ia bisa menginventarisasi perasaan-perasaan itu. Ini berlaku juga untuk pikiran yang bersliweran di kepalanya, dan kehendak atau dorongan-dorongan dalam batinnya. Semua itu oleh Yosef ditatapkan dengan tolok ukur yang juga terbuka pada penafsiran: sesudah bangun dari tidurnya, Yosef berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan kepadanya

Sederhana, bukan? Pokoknya, apapun mimpinya, kalau ujung-ujungnya dipakai untuk menjawab pertanyaan “Apa yang dikehendaki Tuhan dari/dalam/melalui hidupku?”, tafsir mimpi itu akan fruitful dan selaras dengan skenario keselamatan Allah sendiri. Jadi, kalau mimpi malah bikin galau, itu pertanda orang belum punya peranti tafsir yang akurat dan cuma hobi memelihara sleeping flower (atau flowering sleep ya?).

Tuhan, bantulah kami untuk memahami kehendak-Mu melalui peristiwa hidup kami sehari-hari. Amin.


HARI MINGGU ADVEN IV A/1
18 Desember 2016

Yes 7,10-14
Rm 1,1-7

Mat 1,18-24

Posting Minggu Adven IV C/2 Tahun 2015: Shalom Gombal 
Posting Minggu Adven IV B/1 Tahun 2014: Plesetan Allah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s