Inisiatif Siapa Toh?

Iman bukanlah suatu pengenalan kognitif, melainkan perjumpaan afektif; dan perjumpaan afektif takkan pernah merupakan hasil rekayasa. Itu mengapa meskipun orang dijodoh-jodohkan, tak ada jaminan bahwa yang dijodoh-jodohkan itu mengalami perjumpaan afektif. Ketemu iya, tetapi belum tentu ada perjumpaan afektif: Tak ada seorang pun yang dapat datang kepadaku jika ia tidak ditarik oleh Allah yang mengutus aku. Siapa si ‘aku’ ini ya?

Yang Kristen tentu saja mengatakan ‘aku’ itu Yesus Kristus. Akan tetapi, kenapa juga orang mesti menangkap itu dalam perspektif orang Kristen? Poinnya berlaku untuk siapa saja: orang baru bisa mengalami perjumpaan afektif jika ia digerakkan oleh ‘yang lain’, ditarik oleh ‘yang lain’ itu. Siapakah ‘yang lain’ itu? Di situ diterangkan ‘yang mengutus aku’. Artinya, ‘yang lain’ ini bukan benda, bukan juga orang, melainkan pribadi yang mengutus atau mengirimnya, yaitu Allah sendiri.

Itu mengapa bisa terjadi salah sambung juga dalam hidup beriman. Analog dengan itu juga dalam cinta-cintaan, eaaaa…. Orang mengira dia mencintai Allah, tetapi sebetulnya dia sedang mempertuhankan agama, ateisme, modernisme, humanisme, dan isme-isme lainnya. Orang mengira dia mencintai sesamanya, tetapi sebetulnya yang terjadi adalah ia mengalami infatuation karena kepandaian, kekayaan, kecantikan, jabatan orang yang ‘dicintai’-nya. Dalam kasus-kasus seperti ini, ia tidak digerakkan oleh pribadi ‘yang mengutus aku’ tadi, tetapi digerakkan oleh sifat keponya, ambisi, hasrat, nafsu, ideologi, prasangkanya sendiri mengenai sesamanya. Inisiatif datang dari situ, horisontal sifatnya, dan ia berputar-putar pada pengenalan kognitifnya mengenai sesama atau hal yang ditemuinya itu.

Orang beriman bukan hanya mengakui adanya ‘instansi’ yang mengatasi kemanusiaan, melainkan juga membiarkan diri digerakkan oleh ‘instansi’ itu karena inisiatif tidak datang dari orang berimannya sendiri. Hidayah tidak datang dari manusia. Dari pihak manusia cuma dibutuhkan keterbukaan hati dan budi atas gerakan ‘yang lain’ itu.

Tuhan, mohon tambahkanlah iman kami kepada-Mu. Amin.


KAMIS PASKA III
4 Mei 2017

Kis 8,26-40
Yoh 6,44-51

Posting 2016: Rotinya Rotinya
Posting 2015: Siapa Yang Nembak Duluan?

Posting 2014: Revolusi Mental, Revolusi Kultural

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s