You’ll Never Walk Alone

Sempatkah Anda hari-hari ini membayangkan bagaimana Ahok menjalani hidupnya di kamar kecil (yang konon seharusnya lebih kecil lagi, hahaha) sendirian? Sebelumnya ia setiap pagi dikerumuni banyak warga yang melapor dan meminta bantuannya, tetapi sekarang ia jadi pesakitan di ruang sempit itu. Di ruang sempit ini ia tak lagi mendengar aneka keresahan warga Jakarta dan pastinya ia tak lagi punya kekuasaan yang diyakininya diberikan Allah, dan sekarang dicabut Allah darinya. Ahok sendirian di kamar kecil itu. Bahkan kalau jam jenguknya ditambah pun, ia tetap akan sendirian di kamar kecil itu.

Tetapi benarkah ia sendirian? Bacaan hari ini menegaskan lagu yang mendamaikan hati: You will never walk alone. Yesus meyakinkan murid-muridnya bahwa mereka takkan dibiarkan sendirian. We are in the heart of God who wants us to live with him even after our death. Kekekalan itu sudah dimulai bagi setiap orang yang menapaki jalan kepada Allah alias verso Dio itu (halah promosi blog aje lu, kagak bayar juga) dan jalan kepada Allah yang dipersiapkan Yesus ini tak pernah bisa direduksi sebagai agama tertentu karena memang Yesus rasa-rasanya tak pernah berkoar-koar soal agama selain kritik agama sendiri. Hendaknya setiap agama menjadi jalan setapak yang nanti ya ketemu di jalan besar sampai kepada Tuhan sendiri, tak perlu meributkan jalan besarnya itu apa atau siapa toh?

Ahok memang hidup di kamar kecil sendiri, tak beda jauh dari setiap orang lain, cuma ukuran kamarnya berbeda. Dalam hal ini, mereka yang tunawisma malah kamarnya jauh lebih besar daripada kamar Ahok. Sama saja, mereka juga hidup sendiri ujung-ujungnya. Akan tetapi, rupanya itu tak sepenuhnya betul ya. Meskipun Ahok mendekam di sel sendirian, ternyata apa yang dia perjuangkan juga diperjuangkan orang lain yang menaruh simpati padanya. Siapa dulu mengira ada bunga untuk Ahok, ada juga kursi Ahok, ada lilin Ahok, dan kemudian negara-negara lain bahkan PBB pun melihat persoalan ini?

Pada kenyataannya, fisik yang terikat dinding ini terjangkau pula oleh empati, simpati, perjuangan kemanusiaan dan itulah yang membuat orang boleh yakin dengan perkataan Yesus kepada murid-muridnya itu: kita manusia takkan pernah ditinggalkan Allah. Bahkan ketika Yesus mengalami krisis berat dalam hidupnya, ketika ia merasa seakan Allah meninggalkannya, Allah tetap ada di sana dan membangkitkannya. Problemnya ada pada manusia yang enggan bangkit, dan pada keengganan untuk bangkit itulah manusia jadi sendirian meskipun teman syukurannya banyak, tertinggal dalam kebodohan, dan terpuruk dalam konspirasi busuk.

Ya Allah, mohon rahmat kepercayaan bahwa Engkau senantiasa menyertai kami juga meskipun kami tampak sendirian. Amin.


JUMAT PASKA IV
12 Mei 2017

Kis 13,26-33
Yoh 14,1-6

Posting Tahun 2016: Mau Ngapain Eaaa… 
Posting Tahun 2015: Life as A Staircase

Posting Tahun 2014: Yesus Arogan Skale’

3 replies

  1. nuwun sewu rama

    maaf bila sya bnyak brtanya… pagi tadi sya k grja bacaan injilnya (sperti link di atas) “Akulah jalan kebenaran dan hidup.. tidak ada seorangpun datang kpada Bapa tanpa melalui Aku”, mngkin secara harafiah ayat trsebut seolah bersilangan dgan hasil konsili vatikan2 (nostra aetete) yang mengakui kbenaran dalam agama lain ( mungkin sya salah karna pemahaman sya sangat kurang) .. karna keterbatasan saya tentunya apa yg di maksudkan tdk sprti apa yg sya pahami .. trimakasih bila rama berkenan memberi penjelasan.. . dan maaf bila sya bnyak brtanya (entah knapa sya trgerak utk lebih memahami apa yg saya yakini benar).. berkah dalem.

    Like

    • Om Hpi yang baik, banyak bertanya malah mungkin baik ya meskipun saya tak selalu bisa menjawab. Nostra Aetate sejalan kok dengan ayat itu. Susahnya ialah bagaimana melakukan dialog dengan agama-agama lain karena perbedaan fundamental dalam sistem keyakinannya. Tapi ini bisa dilakukan juga toh.
      Berkah Dalem.

      Like

  2. trimkasih.. sya trkesan dengan renungan “you never wall alone ” ini yg mengingatkan pada liverpool FC hehhehe… berkah dalem.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s