Persekusi Lagi

Setiap kesaksian akan Kebenaran Ilahi punya konsekuensi logis berupa persekusi. Kenapa? Sudah cetha wela-wela bahwa memang begitulah kenyataannya. Maka sudah ditegaskan bahwa kalau orang mengalami persekusi, barangkali ia malah boleh berbangga atau lega karena jangan-jangan memang ia sedang berada dalam koridor yang benar. Pun kalau persekusi itu berujung pada kematian, kalau ia memang berada dalam koridor yang benar itu, kebenarannya takkan pernah mati. Sebaliknya kalau ia cenderung melenyapkan persekusi itu, bisa jadi dorongan itu sendiri sudah muncul dari roh yang sebut saja jahat.

Yohanes pemandi, sebagai pesakitan yang tak diproses secara hukum dan diadili secara sewenang-wenang, tidak tawar menawar persekusi yang dialaminya. Tak sempat bernegosiasi, pokoknya mati begitu saja karena kecerobohan raja yang tak becus. Apakah kematiannya melenyapkan kebenaran? Ternyata tidak, kebenaran itu hidup langgeng. Tak mengherankan bahwa Herodes pun ikut berpikir jangan-jangan Yesus itu adalah sosok Yohanes Pembaptis yang hidup kembali. Janjane ya ada benarnya juga sih, apalagi kalau Yohanes Pembaptis itu dimaksudkan sebagai suara kebenaran yang menggelegar ke sana kemari. Itu bisa disuarakan oleh siapa saja.

Herodes terpukau oleh suara kebenaran, tetapi hidup mengikuti panggilan Allah tidak cukup hanya dengan modal terpukau waow. Orang mesti menemukan cara supaya yang waow tadi memang sambung dengan hidup konkretnya. Kalau tidak, hidup orang cuma sebatas label waow (jadi Mas Waowan misalnya). Terpukau oleh khotbah yang lucu, menarik, menggerakkan, teatrikal, tentu saja tidak buruk, tetapi itu tak membuat khotbahnya bermakna jika tidak sampai pada sikap dan tindakan yang sesuai dengan isi khotbahnya sendiri. 

Ya Allah, bantulah kami supaya lebih menghidupi suara Yohanes Pembaptis daripada kemunafikan Herodes dalam hidup kami. Amin.


HARI SABTU BIASA XVII A/1
5 Agustus 2017

Im 25,1.8-17
Mat 14,1-12

Sabtu Biasa XVII C/2 2016: Mati Lagi, Mati Lagi
Sabtu Biasa XVII B/1 2015: Agama Komunis
Sabtu Biasa XVII A/2 2014: Siapa Yang Kamu Sebut Nabi?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s