Warga Dunia Baru

Where human hopes vanish and reason surrenders, there begins faith. Apakah dengan begitu berarti iman hanyalah penutup lubang yang tak bisa diisi oleh akal budi dari optimisme manusiawi? Apakah, misalnya, warga negara baru ‘Asgardia’ di luar angkasa kelak adalah warga yang tak beriman karena mengandalkan akal budi dan harapan manusiawi belaka?

Tentu jawaban pertanyaan itu tak bisa hitam putih saja, sebagaimana iman pun bukan soal hitam putih. Jika menilik bacaan kedua hari ini, menjadi jelas bahwa iman adalah soal keterlibatan dalam suka duka harapan manusiawi. Kalau ada yang lapar ya berilah makan, kalau ada yang haus ya berilah minum, kalau ada yang telanjang ya berilah pakaian, kalau ada yang tak punya tempat tinggal berilah dia rumah, dan seterusnya. Makan, minum, pakaian, rumah, dan seterusnya itu, bukankah adalah materi yang diharapkan manusia? Apakah akal budi manusia untuk mewujudkan harapan itu mesti menyerah pada yang disebut iman itu?

Ya, dalam arti keterlibatan akal budi itu diiringi sikap penyerahan diri kepada Sang Pengada. Tidak, dalam arti akal budi dimatikan. Susahnya kan memelihara akal budi dalam sikap Islami itu tadi. Proyek ‘Asgardia’ jelas mengandalkan akal budi, tetapi apakah disertai oleh sikap kepasrahan kepada Sang Pengada barangkali masih pantas dipertanyakan. Saya curiga bahwa proyek ini adalah manifestasi mental fuga mundi yang melepaskan orang dari keterlibatan moral terhadap segala suka duka yang ada di bumi ini. Modalnya duit, duit, dan duit, dengan sikap dasar siapa kuat dia dapat.

Yesus tidak menyambut hangat usul para murid supaya ia menyuruh orang banyak pergi dan membeli makan. Itu adalah usulan yang muncul dari pribadi yang hendak cuci tangan dari keterlibatan sosial. Sering kali dorongan ini muncul karena orang hanya membuat hitung-hitungan dengan akal budinya, tanpa kepasrahan kepada Sang Pengada. Maka, orang cenderung cari selamat sendiri dulu, bukan selamat yang menjangkau semakin banyak manusia, bahkan juga dengan cara mencari kewarganegaraan baru, yang katanya tak punya persoalan seperti dunia yang senyatanya sedang dihidupi milyaran manusia.

Ya Allah, mohon rahmat-Mu supaya kami tergerak untuk melibatkan diri kami dalam agenda keselamatan-Mu bagi semua orang. Amin.


HARI SENIN BIASA XVIII A/1
7 Agustus 2017

Bil 11,4b-15
Mat 14,13-21

Senin Biasa XVIII C/2 2016: Ayo Kabur
Senin Biasa XVIII B/1 2015: Bagi-bagi Dong
Senin Biasa XVIII A/2 2014: Bukan Soal Multitasking Brow

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s