OTT Bikin Malu Bangsa

Belakangan ini memang tersiar dari media komentar-komentar lucu dari figur-figur institusi publik yang bisa mengundang tawa prihatin pendengarnya berkenaan dengan korupsi. Ada yang berkomentar bahwa korupsi itu semakin menjamur justru setelah ada KPK. Ada juga yang kemarin itu bilang bahwa dengan OTT KPK malah bangsa ini dipermalukan. Betul sih, akan tetapi maksud ungkapan-ungkapan itu tentu bukan bahwa KPK membuat korupsi menjamur dan OTT KPK adalah sumber kemaluan bangsa. Jadi, biar saja KPK terus mempermalukan bangsa asalkan bukan dengan cara korup.

Barangkali tak ada ibu yang menanggung malu lebih dari Maria yang anaknya dikenai hukuman paling menjijikkan pada zamannya dan dia tetap berdiam diri di bawah salib anaknya itu. Ia tak beranjak dari TKP, tak melarikan diri, tetapi juga tak mengumpat atau menyerapah Allah yang membiarkan tragedi memalukan ini terjadi, tidak menumpahkan kemarahannya terhadap Allah yang punya janji sebelum ia mengandung anaknya ini, tidak juga mengkhianati janjinya sendiri untuk mengikuti plot yang disodorkan Allah. Tak mengherankan bahwa ada kelompok band yang menggubah lagu bagi Maria ini dengan judul Let It Be.

Begini liriknya: When I find myself in times of trouble, Mother Mary comes to me, speaking words of wisdom: Let it be. And in my hour of darkness, she is standing right in front of me, speaking words of wisdom: Let it be. And when the broken-hearted people, living in the world agree, there will be an answer: Let it be. For though they may be parted there is still a chance that they will see, there will be an answer: Let it be. And when the night is cloudy, there is still a light that shines on me, shine until tomorrow: Let it be. I wake up to the sound of music, Mother Mary comes to me, speaking words of wisdom: Let it be.

Banyak banget ya let it be-nya. Itu belum termasuk bagian ulangannya. Jadi mungkin pesan itulah yang justru cocok untuk bangsa Indonesia sekarang ini: gak apa menanggung malu karena maraknya OTT KPK, kita kuat kan menanggung malu? Yang penting koruptornya menanggung hidup di penjara atau dimiskinkan, kita malu karena itu gapapa kan? Gapapa-lah, wong menanggung sekian puluh tahun duit rakyat dijadikan bancakan segelintir orang saja kuat kok, mosok ini menanggung malu dan koruptornya yang dipenjara atau dimiskinkan saja gak kuat? Ayo semangaaaat!

Ya Tuhan, mohon rahmat kebijaksanaan-Mu supaya kami punya rasa malu karena hidup keagamaan kami cuma tinggal di mulut saja. Amin.


PERINGATAN WAJIB SP MARIA BERDUKACITA
(Jumat Biasa XXIII A/1)
15 September 2017

1Kor 12,31-13,13
Yoh 19,25-27

Posting Tahun 2016: Pesta Duka
Posting Tahun 2015: Turut Berdukacita

Posting Tahun 2014: Speechless

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s