Percaya pada Sein?

Lain ladang lain belalang. Lain pengarang lain barang. Satu cerita Yunus yang disitir Yesus ternyata pengolahanya berbeda. Teks hari ini diambil dari tulisan Lukas, sepadan dengan tulisan Matius, tetapi jebulnya memang ada perbedaan. Pada tulisan Lukas ini cuma dikatakan begini: Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini. Sementara dalam tulisan Matius disampaikan begini: Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam. 

Bedanya jelas: setelah ‘sebab seperti Yunus’, Lukas cuma mengatakan ‘menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe’, sedangkan Matius menulis ‘tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam’. Kenapa bisa beda-beda gitu? Lha ya itu tadi, lain pengarang lain barang. Matius menuliskan teksnya untuk pembaca Yahudi yang tentu pada masanya diombang-ambingkan oleh polemik mengenai kebangkitan Yesus. Maka, Matius menegaskan komparasi Yesus dan Yunus dengan kerangka tiga hari tiga malam. Artinya, seperti Yunus dalam perut ikan [kenapa gak perut piton aja], begitu pula Yesus dalam rahim bumi. Matius seakan-akan mendorong pembacanya untuk percaya pada simbol kebangkitan Yesus dengan preseden yang terjadi pada nabi Yunus.

Lukas tak perlu bertele-tele dengan detail cerita Yunus yang mangkir dari mandat Allah untuk memberi kabar pertobatan kepada orang-orang Niniwe. Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe karena warta pertobatannya yang diterima baik oleh orang-orang Niniwe itu. Artinya, yang disodorkan Lukas ialah undangan untuk percaya pada pewartaan macam itu. Ini sambung dengan cerita pesta perkawinan anak raja kemarin. Sifatnya undangan, tetapi bukan sekadar undangan fakultatif, melainkan undangan yang sifatnya bisa bikin orang make difference. Memang jawabannya membutuhkan komitmen, tetapi begitulah, seperti tulisan pada kaos yang kemarin saya baca: faith, it doesn’t make thing easy, but makes it possible.

Tak mengherankan bahwa orang-orang yang dikecam Yesus hari ini adalah mereka yang hendak berkubang ria dengan status quo kenyamanan mereka. Ini sudah ganti gubernur loh #eh…

Ya Tuhan, mohon kekuatan supaya kami senantiasa setia pada komitmen akan Sabda-Mu. Amin.


SENIN BIASA XXVIII A/1
16 Oktober 2017

Rm 1,1-7
Luk 11,29-32

Senin Biasa XXVIII C/2 2016: Hello, Farisi
Senin Biasa XXVIII B/1 2015: Agama Apapun

Senin Biasa XXVIII A/2 2014: Roh Apa Yang Bergentayangan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s