Tuan di Negeri Sendiri?

Kenapa ya orang munafik itu dianggap menyebalkan? Karena modusnya? Bukankah orang yang tidak munafik pun punya modus juga? Ambillah contoh misalnya orang tua yang hidupnya prihatin (meskipun sebetulnya kaya raya) tanpa anak-anaknya tahu bahwa mereka sebetulnya punya tempat peristirahatan di wilayah prestisius. Rumah mereka sendiri sangat sederhana, bahkan dalam banyak hal memberi kesan bahwa mereka harus bersusah payah untuk merawat rumah. [Apa ada sih Mo keluarga begitu itu hari gini? Ada, tapi rahasia, tak boleh disebutkan di sini]

Ya, tapi kalau seperti itu kan bukan berarti modus, Mo. Si orang tua mestilah pribadi-pribadi yang committed terhadap pembentukan karakter anak dan tidak memanjakan mereka dengan fasilitas yang dimiliki orang tua mereka. Sepertinya begitu, tapi coba bayangkan bagaimana ketika si anak meminta orang tuanya untuk membelikan gadget seperti dimiliki teman-temannya dan orang tua itu bersusah payah menjelaskan bahwa mereka belum punya cukup uang dan hanya bisa membelikan gadget yang lebih fungsional daripada gadget dengan merk terkenal. Di situ sebetulnya ada elemen dusta juga, alias munafik, bukan?

Hmmm…. repot juga kalau dibuat ada munafik baik dan munafik buruk, dan aneh juga kalau apa yang dibuat orang tua berkarakter itu diberi label munafik baik. Mereka hanya sejak awal tidak memanjakan anaknya dan ketika anaknya tahu bahwa mereka sebetulnya kaya, si orang tua juga tidak menyangkalnya, tetapi akibat pendidikan dan pendampingan yang baik, setelah anak-anak besar dan sadar akan kekayaan orang tua mereka itu, orang tua tetap bisa memberi pengertian mengapa mereka tak perlu menggelontori anak-anaknya dengan kekayaan yang begitu banyak. Artinya, si orang tua tidak menyembunyikan kenyataan yang akhirnya disadari anak-anak mereka. Susah kan menyebut hal itu sebagai kemunafikan?

Menyembunyikan kebaikan sampai pada saatnya kebaikan itu menampakkan dirinya bukanlah kemunafikan. Kemunafikan yang dalam bacaan hari ini dikecam ialah modus penyembunyian niat dan tujuan jahat. Mungkin boleh deh dikatakan bahwa modus cuma berlaku untuk penyembunyian niat dan tujuan busuk dan itulah yang layak diberi label munafik. Manajemen niat-tujuan busuk bisa jadi bisnis politik, tetapi kalau orang yang berpolitik itu punya kerohanian sejati, ia menemukan cara untuk mencari jalur yang bebas macet #eh… iya maksudnya menemukan cari supaya kebaikanlah yang akhirnya terkuak.

Konon pada awal milenium ini ada seorang pemikir yang merefleksikan hidupnya begini: Hidupku ini seperti sebuah rumah yang ke dalamnya masuklah orang lain dan dia membawaku ke pintu: bukan aku lagi tuan di rumahku sendiri. Tuhan benar-benar mengeluarkan aku keluar dari rumahku sendiri: dari kekhawatiranku, dari klaim hak-hakku sendiri, dari keinginan untuk menjadi sesuatu yang bukan gue banget. Dulu kutemukan diri pada pusat dari segalanya entah dalam suka atau duka, dalam yang baik dan yang buruk (yang dapat saling menyembunyikan), tapi Dia mendorongku keluar: pergi sana biar Aku yang jadi tuan atas rumahmu ini.

Ya Allah, mohon rahmat supaya kami benar-benar mampu memberikan tempat bagi-Mu untuk menjadi tuan atas rumah kami. Amin.


HARI JUMAT BIASA XXVIII A/1
20 Oktober 2017

Rm 4,1-8
Luk 12,1-7

Jumat Biasa XXVIII C/2 2016: Selektif Mendengarkan
Jumat Biasa XXVIII B/1 2015: Transparan Lebih Asik
Jumat Biasa XXVIII A/2 2014: Isis Vatikan

1 reply

  1. Perbedaan orang munafik dengan tidak itu dilihat dari modusnya ya Mo? Kalau ditelusur dari motifnya gimana Mo? Karena menurut saya, setiap pikiran, perkataan dan perbuatan pasti ada motif dibaliknya, ada suatu dorongan yang membuat kita berpikir, berkata atau berbuat.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s