Kapitalis Jaya

Dulu sewaktu mendengar frase etika Protestantisme dan hubungannya dengan kapitalisme, saya mengira gerakan Protestantismelah yang menyebabkan kemunculan kapitalisme. Lebih buruk lagi, saya punya prasangka bahwa orang-orang Kristen [apalagi ketambahan kata sifat yang sudah dilarang pemakaiannya oleh UU No. 40 tahun 2008 dan Inpres No. 26 Tahun 1998] itu mestilah kapitalis Amerika [haduh bawa-bawa Amerika segala] yang duitnya banyak dan menguasai hajat hidup orang banyak di negeri ini.

Saya sadar, juga dari pengalaman berjumpa dengan kelompok Kristen yang sama sekali tidak kaya, bahwa itu hanyalah prasangka yang pantas dikonsumsi atau dipelihara oleh apa yang biasa disebut sebagai pasukan nasi bungkus, oleh mereka yang asal ada suplai uang makan siap berdemonstrasi untuk alasan apapun, tak usah banyak cingcong. Ini kelompok yang bisa dimanfaatkan kutub kapitalis lain untuk menghancurkan dominasi kelompok yang tadi disebutkan terdahulu. Artinya, ini murni soal politik kekuasaan dan bukan pertama-tama soal etika Protestantisme dan kapitalisme.

Sebagian orang keliru membaca tulisan Max Weber The Protestant Ethic and The Spirit of Capitalism. Kalau saya tak keliru membaca, di situ memang Weber (yang bukan pemeluk agama Kristen atau lainnya) menengarai bahwa dalam Protestantisme yang ditelitinya (yang sekarang sudah tak ada lagi tampaknya) ada etos kerja yang dilandasi oleh keyakinan akan panggilan kaum terpilih untuk bekerja sedemikian rupa, diiringi asketisme duniawi alias pengiritan kekayaan dengan berpantang mengejar nafsu duniawi, sehingga kekayaan bertumpuk-tumpuk. Untuk apa kekayaan yang berlimpah ruah ini? Ya untuk dibagikan kepada mereka yang miskin, yang membutuhkan bantuan.

Saya tidak mendapat kesan Max Weber mengatakan bahwa kapitalisme itu muncul dari kekristenan. Dosen saya mengatakan bahwa Max Weber hendak menunjukkan fenomena yang berkebalikan dengan apa yang ditengarai oleh ahli sosial sebelumnya bahwa fenomena agama hanyalah efek dari kenyataan ekonomis suatu masyarakat. Agama bisa jadi penyebab perubahan sosial, dan ditelitinyalah bagaimana kapitalisme muncul dengan trigger etos yang dihidupi oleh kelompok Protestan tadi itu. Lha, ini kan berbeda bunyinya dari tuduhan bahwa kapitalisme lahir dari Protestantisme. [Konon ada orang yang terheran-heran mengapa setelah seratus tahun kekristenan hidup di suatu wilayah di negeri ini, kok masyarakatnya tetap miskin. Lha iyalah, emangnya yang bikin kaya itu kekristenan?]

Malah kalau dipikir-pikir, sebetulnya etos kelompok Protestan yang diteliti Weber itu cool loh. Ini terkait dengan yang tertulis dalam bacaan hari ini: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?
Sayang, kelompok Protestan seperti yang diteliti Max Weber itu sudah tiada.

Ya Tuhan, bantulah kami untuk menghayati bahwa rejeki manapun yang Kauberikan kepada kami senantiasa bermuara untuk kesejahteraan bersama. Amin.


HARI SENIN BIASA XXIX A/1
23 Oktober 2017

Rm 4,20-25
Luk 12,13-21

Senin Biasa XXIX C/2 2016: Robot Cinta Eaaa….
Senin Biasa XXIX B/1 2015: Need or Greed?
Senin Biasa XXIX A/2 2014: Berenang-renang Dahulu, Bersenang-senang Kemudian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s