Arwah Orang Hidup

Kemarin dalam Gereja Katolik dirayakan peringatan semua orang kudus, dan hari ini dikenangkan arwah semua orang beriman, dan pengenangan ini secara langsung menunjuk pada dunia kematian; wong namanya juga arwah. Meskipun demikian, pengenangan arwah semua orang beriman ini bukanlah perayaan kematian, melainkan justru perayaan kehidupan.

Tuncep poin aja ya, saya curcol. Kemarin saya melayat seorang ibu yang usianya hampir dua kali lipat usia saya. Wafatnya beliau sungguh mengejutkan saya meskipun dari segi usia memang tidak amat mengherankan, sewindu menjelang kepala sembilan. Saya terkejut karena perjumpaan terakhir dengan beliau mengesankan saya betapa sang ibu ini segar bugar dan begitu periang dan aktif. Saya terkejut karena memang saya belum memenuhi janji saya untuk berkunjung ke rumah dan meninggalnya terbilang begitu cepat. Pagi hari terjatuh dan sore hari pada tirakatan Hari Raya Semua Orang Kudus beliau secara definitif mendapat panggilan untuk berkumpul bersama para Kudus yang sudah abadi bersama Allah.

Yang mengagumkan saya, sang ibu sudah mempersiapkan segalanya, dari foto sampai pakaian dan uang yang diperlukan untuk persiapan pemakamannya. Beliau seperti sudah berintuisi pada harinya, dan perias jenasah ibu ini juga luar biasa karena senyuman sang ibu tak hilang dan saya mudah mengenangkan bagaimana sang ibu mempersaksikan kebahagiaan hidupnya.

Kematian sang ibu ini, betapapun menyisakan rasa getun dan mungkin ada rasa belum rela dalam diri keluarga dan kerabat, justru mengingatkan saya pada anugerah hidup yang besar dan layak dihidupi dengan kegembiraan, bagaimanapun keadaannya. Ini jadi contoh jelas bahwa mengenangkan arwah orang beriman tidak perlu dipandang secara negatif sebagai suatu kegagalan fokus. Dengan pengenangan ini, kehidupan mendapatkan maknanya, bukan kematian. Orang beriman senantiasa adalah pribadi yang terbuka pada kehidupan, sehingga pengenangan arwah pun memberikan inspirasi kehidupan. 

Ndelalahnya, malam ini selepas isya, saya mendoakan simbah saya yang rupanya baru tahun lalu meninggal; padahal saya kira sudah 1000 hari. Kok bisa ya?

Ya Allah, mohon belas kasih atas semua jiwa orang beriman yang sungguh membutuhkan belas kasih-Mu. Amin.


HR PENGENANGAN ARWAH SEMUA ORANG BERIMAN
(Hari Kamis Biasa XXX A/1)
2 November 2017

2Mak 12,43-46
1Kor 15,12-34

Yoh 6,37-40

Posting 2016: Doa Arwah, hiii…
Posting 2015: Cuci Jiwa Gratis

Posting Tahun 2014: Di Mana Arwah Umat Beriman Itu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s