The Power of Humility

Di wall medsos saya beberapa hari lalu muncul video role playing mengenai bagaimana menghadapi bullying. Di situ jelas dibedakan bullying dari kekerasan fisik. Kalau sudah sampai pada kekerasan fisik, bukan lagi bullying, melainkan kejahatan dan penyelesaiannya tidak cukup dengan manajemen pikiran. Pembicara dalam klip itu mengatakan bahwa bullying ini ‘cuma’ soal imbalance of power yang diinginkan oleh pembully. Orang yang membully itu butuh mendominasi orang lain (barangkali demi mengatasi mindernya). Semakin korban bullying menempatkan diri sebagai victim yang sewot terhadap bullying itu, semakin pelaku mendapatkan apa yang dicarinya.

Pesan dalam bacaan hari ini, yang terdapat pada kalimat terakhir “Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri ia akan ditinggikan”, tentu tidak diarahkan supaya orang mengambil teknik merendahkan diri menaikkan mutu. Orang dengan kerendahan hati, dari sononya tidak menangkap hidup ini sebagai bisnis power balance karena di matanya, hidup bukanlah soal power, betapapun di sekelilingnya bertebaran aneka rebutan power. Masih ingat angka-angka yang punya alumni, bukan? Itu loh, tanggal hari ini dan angka Wiro Sableng. Itu kental dengan power.

Power yang sejati tampaknya justru mengalir dari kerendahan hati. Di sekelilingnya akan berseliweran aneka macam power yang secara sepintas memang dominan, tetapi kerendahan hati tidak menjadikan pemiliknya ditundukkan oleh siapapun selain Allah. Kalau dipikir-pikir, bahkan Allah ini juga sosok yang rendah hati, yang membiarkan diri digosipkan oleh sekian milyar orang, mulai dari yang ekstrem kanan sampai yang ekstrem kiri. Pemuja-Nya saja yang berlagak sok sebagai pembela Allah, yang omong saja belum becus dan akhirnya malah bikin perkelahian di sana-sini. Die Menschen!

Tuhan, mohon rahmat kesetiaan untuk mencicipi kerendahan hati-Mu. Amin.


HARI SABTU BIASA XXX A/1
4 November 2017

Rm 11,1-2a.11-12.25-29
Luk 14,1.7-11

Sabtu Biasa XXX C/2 2016: Cinta Itu Rendah Hati 
Sabtu Biasa XXX B/1 2015: Bukan Ilmu Padi

4 replies

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s