Papa di Mana?

Sudah pernah lihat orang sakti zaman now? Saya belum pernah dan saya kira lebih baik memang tak usah melihat orang sakti zaman now itu karena kalau ia sampai kelihatan, bukan sakti lagi namanya. Jadi, barangkali memang menghilangnya orang sakti ini justru untuk menegaskan dirinya sebagai orang sakti, bisa menghilang persis sebelum dijemput KPK. Lha iki ngomong opo toh, Mo? Mboh. 

Everything we see hides another thing and we always want to see what is hidden by what we seeDalem gak? Kalau kurang dalem ya cangkul lagi saja atau pinjam drop hammer tetangga sebelah. Wis, njuk arep omong opo, Mo? Hahaha….. mboh, wis ngantuk.

Papa minta mboh itu sekarang menghilang dan malah cocok dengan bacaan hari ini seakan-akan dia hendak mengingatkan orang pada karakter Kerajaan Allah, yang tak bisa ditentukan di mana keberadaannya dan betullah yang dikatakan Rene Magritte tadi. Orang selalu ingin melihat apa yang tersembunyi di dalam apa yang dia lihat sehingga apa saja yang dilihat itu menyembunyikan hal lain. Celakanya, tak sedikit orang yang tak mau tahu soal ini, juga meskipun sudah dikasih tahu apa yang dikatakan Antoine de Saint-Exupéry: It’s only with the heart that one can see rightly;what is essential is invisible to the eye.

Ungkapan Jawanya: sawang sinawang. Kalau mau dilengkapi dengan nasihat moralnya (haduuuh): mula aja mung nyawang sing kesawang. Sebetulnya nasihat itu memang susah dipraktikkan lha wong orang memang cuma bisa melihat apa yang bisa dilihat. Ini kan bukan soal melihat makhluk halus. Kerajaan Allah, Kerajaan Surga juga bukan soal makhluk halus, melainkan soal budi pekerti, cara merasa, cara melihat yang sedemikian halus sehingga tak terjerembab dalam lingkaran syaiton sawang sinawang Rene Magritte tadi. 

Meskipun demikian, orang beriman, yang tak terjebak dalam lingkaran syaiton itu, bukan juga orang yang main klaim sudah menemukan apa yang tersembunyi. Penemuannya senantiasa dalam proses bergerak: kebahagiaannya senantiasa dikoreksi oleh konteks hidupnya, dikembangkan oleh kebaruan hidup, tanpa tercerabut dari akar kehidupannya, yaitu relasi pribadinya dengan Tuhan. Dalam hal ini, pertanyaan papa di mana terus hidup, bukan karena belum menemukan di mana papanya, melainkan karena papa itu bisa mengambil bentuk manifestasi seturut zaman now. Bingung bingung deh lu, orang ngantuk kok didengerin.

Berdoa dulu: Ya Tuhan, mohon energi secukupnya untuk menemukan jejak-Mu dalam sejarah hidup kami. Amin.


HARI KAMIS BIASA XXXII A/1
16 November 2017

Keb 7,22-8,1
Luk 17,20-25

Kamis Biasa XXXII C/2 2016: Sudah Jago?
Kamis Biasa XXXII B/1 2015: Ini Bukan Ruang Tunggu
Kamis Biasa XXXII A/2 2014: Ganti Lensa Biar Fokus

1 reply

  1. Baru-baru ini pengacaranya kecelakaan. Lha kok sama ya. Semua yang dipanggil langsung masuk RS. Dipanggil doang lho. Emang yang cantik-cantik suster rumah sakit aja? Di KPK emang gak ada? Di pengadilan gak ada? Di rutan gak ada? Duniaaa…duniaaa… *numpang kesel mbak, maap 😕

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s