Bojomu Istriku

Tadi senior saya cerita soal film yang judulnya Jesus of Montreal. Yang diceritakannya ialah bagian sang aktor Yesus membiarkan organ-organ dalam tubuhnya diambil dokter di meja operasi [lha ya bagaimana lagi, sebagai jenasah ia tak berkuasa lagi atas tubuhnya]. Kalau mau lihat filmnya, mungkin masih ada, silakan klik link berikut ini: https://youtu.be/L5JrIXJkNYU. Dalam kenyataannya, dunia kedokteran memang memakai organ-organ dalam untuk kepentingan penelitian, misalnya. Sebagian orang dengan sengaja mendaftarkan organ dalamnya sebagai donasi bagi kebaikan orang lain. 

Saya sendiri teringat Romero yang sebelum tewasnya sudah menyiapkan refleksi mendalam mengenai kematian dan keberlangsungan hidup ini. Ini tentu lebih dari sekadar daur ulang biologis, seperti pohon, ranting, daun yang mati kembali jadi humus yang dimanfaatkan oleh makhluk lainnya. Kematian manusia tentu sebagian mengikuti daur ulang biologis, tetapi yang nonbiologis mengalami kebangkitan yang tidak bisa dimengerti dengan konsep daur ulang biologis itu.

Itu mengapa orang-orang Saduki, yang tidak memercayai kebangkitan, cuma bisa berpikir dengan konsep daur ulang biologis tadi. Maka, hukum yang mengikat biologi dibawa-bawa dan wajarlah mereka bertanya soal status suami istri di dunia sono. Padahal, ikatan itu ya cuma ada di dunia sini ya. Yang merasa kehilangan biasanya orang-orang yang hidupnya terikat pada hukum biologis; yaitu orang-orang yang masih di dunia sini, atau mereka yang belum rela meninggalkan dunia sini. Jadi, sebetulnya Anda yang jomblo tak perlu cemas sampai mati dengan kejombloan Anda karena bisa jadi di dunia sono malah Anda berpoligami atau berpoliandri loh dan mungkin kelak di dunia sono berlaku apa yang ditulis pada bk truk “Istrimu [bekas] pacarku”, hahaha… Ya tentu tidak begitulah, karena itu pola pikir yang terikat pada ikatan biologis tadi.

Ya Allah, mohon rahmat kebijaksanaan-Mu supaya kami mampu menerangi hidup kami dengan cara pandang-Mu. Amin.


HARI SABTU BIASA XXXIII A/1
25 November 2017

1Mak 6,1-13
Luk 20,27-40

Sabtu Biasa XXXIII C/2 2016: Menuang Hidup
Sabtu Biasa XXXIII B/1 2015: Dewa Munafik
Sabtu Biasa XXXIII A/2 2014: Satu Tuhan, Salam Tiga Jari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s