Agama Kok Hirarkis

Hari ini Gereja Katolik menutup kalender liturgi tahun A, seperti biasanya, dengan Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam. + Nah lo, gimana Romo mau omong soal ini di depan orang banyak yang tak tergabung dalam Gereja Katolik?
– Lha emangnya siapa yang tak tergabung dalam Gereja Katolik, wong Katolik saja berarti umum?
+ Ya wis, di hadapan orang yang tak beragama Katolik deh!
– Ya jawabannya masih sama, berupa pertanyaan, emangnya agama Katolik itu apa?
+ Ya udahsak karepmu, Mo.
– Hahaha, lha kok nyerah gitu

Dulu kan pernah saya tulis posting Agama Heuristik. Coba itu ditelan dan dicerna dulu baik-baik. Selain itu, jika Anda menangkap poin buku Saat Tuhan Tiada, Anda tahu bahwa agama ada di ranah lingkaran luar yang jadi label. Maka dari itu, Kristus Raja Semesta Alam adalah label bikinan manusia. Itu dah jelas dilihat dari sejarah kemunculannya (pada posting Di Sini, Bukan dari Sini). 

+ Oh, berarti Kristus Raja Semesta Alam itu akal-akalan manusia doang ya (Paus Pius XI &Co), Mo, bukan memang begitu kenyataannya ya? Jadi, ini cuma permainan kata, termasuk agama itu sendiri ya cuma permainan kata saja, begitukah?
– Ya, gak gitu juga keleus.
+ Romo ki mbingungi bikin pusing!
– Oalah, ya sudah dengarkan ini dulu deh:
Agama dan ajaran-ajarannya itu ya “ada”, tetapi adanya perlu dimengerti secara heuristik. Seperti garis ekuator, itu ada dalam arti heuristik, bukan memang ada garisnya dari Pontianak ke Sydney #ehsalahya, menuntun orang pada kenyataan-kenyataan yang dimaksudkan oleh konsep itu. Maka, esensi agama itu ada dalam bagaimana orang mengkonstruksinya. Kalau Anda menyebut Katolik, Islam, Kristen, kepercayaan, dan seterusnya, Anda tidak bisa secara mutlak menangkap bahwa Katolik itu hakikatnya begini dan hanya begini, kalau tidak begini, berarti bukan Katolik!

Begitu orang jatuh pada posisi itu, barangkali ia perlu mempertimbangkan kembali frase “If you meet Buddha on the road, kill him!” atau kalau mau berbau Kitab Suci Kristen ya frase “Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya!” (Mat 24,26). Itu adalah pesan supaya orang waspada terhadap penyesatan. Absolutisme bisa jadi indikator penyesatan, maka sebaiknya orang beriman tidak jatuh pada absolutisme. Bacaan hari ini menunjukkan Allah yang hadir justru dalam dimensi keterpinggiran, ketersingkiran, yang tak diduga-duga oleh orang beragama sendiri.

Apa yang dirayakan Gereja Katolik hari ini tidak lain ialah undangan supaya bangsa manusia menyadari keterciptaannya dan semoga Sang Pencipta itu meraja di hati. Untuk menyadari itu jelaslah orang tidak perlu memeluk agama Katolik! Sang Raja Semesta Alam tentu jauh lebih besar dari agama Katolik. Yang penting ya itu tadi, bahwa setiap orang beriman membuka hatinya supaya Allah meraja di situ. Bahwa konsekuensi Allah meraja di hati itu lantas orang memeluk kepercayaan adat atau agama bulan atau matahari, ya suka-suka si Raja itu, bukan?

Ya Allah, mohon rahmat keterbukaan hati supaya kami mampu membiarkan Engkau sendiri merajai pikiran, perasaan, dan kehendak kami sehingga terbangunlah dunia yang ramah bagi semua makhluk. Amin.


HARI RAYA KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM
Minggu, 26 November 2017

Yeh 34,11-12.15-17
1Kor 15,20-26.28

Mat 25,31-46

Posting Tahun 2014: Raja Berkuping Lebar

2 replies

  1. halo romo yang baik

    dari permenungan di atas saya juga bingung Tuhan tuh agamanyak apah… hehe 😕apakah kita harus sadar dan menyadari bahwa semua yg duniawi dan profan itu datang dan pergi …diraih dan hilang… ada dn menghilang.. sampai kita merasakan adanya ‘Sang Raja’ yg hadir dalam hati kita .. dan ada di tmpat yg tak trjangkau.. ?? salam damai..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s