Tirani Agama

Ceritanya bermula dari sebuah gerbong kereta api bisnis jurusan DKI-DIY. Bincang-bincang dengan seorang mahasiswa universitas negeri jurusan sospol. Ini tak lama pasca Mei 1998. Dari mulut mahasiswa itu saya dengar kesaksiannya tentang seorang opa yang tak pernah hadir memberikan materi mata kuliah yang diampunya. Di luar tampak sebagai tokoh nasional, tetapi kompetensinya diragukan bahkan oleh mahasiswanya sendiri. Saya memang masih heran melihat makhluk itu ada di kompleks MPR-DPR bersama puluhan ribu mahasiswa dengan duduk di kap mobil. Sejak 1997 mahasiswa bergerilya secara mandiri, tahu-tahu di ujung, orang ini nongol.  Semakin lama saya semakin kehilangan simpati terhadap sosok ini.

Lha, gak bersimpati kok malah nulis posting tentang opa yang dulu suka bernazar dan abai terhadap nazarnya sendiri? Ya, kan masih ada antipati! Hahaha… tidak, saya tidak antipati terhadapnya, cuma tidak punya simpati karena integritasnya amburadul.
Lha, sudah tahu integritasnya amburadul kok masih menggubrisnya? Biarkan saja toh kafilah berlalu?

Tidak begitu, karena dari amburadulnya integritas orang itu bisa ditelusuri juga cara pandang yang secara tak sadar dibawanya. Kalau cara pandang itu menyesatkan, perlu ditelisik supaya dampak penyesatannya tak menjadi-jadi. Ini saya kopikan pernyataannya yang dimuat di media daring pada link ini (silakan klik kalau mau, mungkin isinya masih ada). Maksudnya baik, mengingatkan presiden supaya tidak memecah umat, tetapi saya tak tahu substansi yang dimaksudkannya. Ini kutipannya: Saya melihat ada perjuangan Nabi Musa melawan Firaun, ada Isa melawan Romawi, ada Nuh dan orang kafir, mereka berjuang tak berhenti siang malam, dan Nabi Muhammad dengan orang kafir.

Saya terganggu oleh oposisi-oposisi yang disodorkan opa ini: Nabi Musa vs Firaun, Isa vs Romawi, Nuh vs orang kafir, Nabi Muhammad vs orang kafir.
Berhubung hari ini adalah Maulid Nabi, saya kira teladan yang pantas kita lihat adalah Nabi Muhammad dan benarlah oposisi yang disodorkan opa: Nabi Muhammad hendak melawan kekafiran. Itulah misi Nabi dan dengan demikian, sebetulnya Musa dan Isa juga begitu. Kekafiranlah yang hendak mereka lawan.

Betul bahwa Musa melawan Firaun untuk membangun bangsa tertentu, tetapi jelaslah melawan Firaun bukan segala-galanya tentang Musa. Kalau misinya melawan Firaun, tentu ia tak perlu lari dari Mesir, atau kalau sudah lari dan punya bangsa besar, lalu kembali untuk menghancurkan Firaun. Begitukah ceritanya?
Demikian pula halnya dengan Isa. Kalau dia memang punya misi hendak melawan penjajah Romawi, tentu ia bergabung dengan kelompok separatis dan angkat senjata. Apakah memang begitu ceritanya?

Ada apa dengan Musa dan Isa yang disejajarkan dengan Nabi tapi punya misi yang lebih sempit dari Nabi?
Itu adalah pertanyaan supaya orang mengkritisi paham yang sudah dicekokkan kepadanya oleh agama. Beragama tanpa akal sehat itu cuma bikin orang jadi amburadul integritasnya, kebal kritik, kebal hukum, dan gak maju-maju bangsanya, gak bahagia warganya.

Njuk apa hubungannya dengan bacaan hari ini je, Mo? Ya ambil saja benang merah kedua bacaan itu: hal yang sama-sama takkan musnah. Yang pertama menyebut soal kerajaan, yang kedua menyebut soal perkataan alias Sabda Allah. Kerajaan Sabda Allah, itulah yang takkan musnah. Perjuangan Nabi Muhammad melawan kekafiran merupakan agenda pelanggengan Kerajaan Sabda Allah tadi. 

Problemnya, diam-diam, orang tak sadar bahwa melawan kekafiran itu diidentikkannya dengan dominasi salah satu agama sehingga malah bikin tragedi di sana-sini atas nama tirani agama.

Ya Allah, semoga Sabda yang Kauletakkan pada para Nabi-Mu senantiasa hidup dalam hidup kami umat-Mu zaman now. Amin.


HARI JUMAT BIASA XXXIV A/1
Peringatan Wajib Beato Dionisius dan Redemptus
Maulid Nabi Muhammad
1 Desember 2017

Dan 7,2-14
Luk 21,29-33

Jumat Biasa XXXIV C/2 2016: Guru Terbungkam
Jumat Biasa XXXIV B/1 2015: Agama Skizofrenik
Jumat Biasa XXXIV A/2 2014: Passa Questo Mondo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s