God is Cool

Konon seorang matematikawan, filsuf, teolog melontarkan pernyataan kurang lebih begini: alam itu punya kesempurnaan untuk menunjukkan diri sebagai gambaran Allah (yang sempurna) dan sekaligus punya kelemahan yang menunjukkan bahwa dia hanyalah suatu gambaran.
Siapakah matematikawan itu? Apa kebangsaan matematikawan itu? Silakan kirim jawaban Anda ke mana dan dapatkanlah hadiah apa. Jelas gak? Siapa yang perlu ditanya sehat atau tidaknya ya?

Mau bagaimana lagi, Daud vs Goliat sudah sedemikian populer ceritanya. Daud mengalahkan Goliat dengan plinthengan. That’s coolMan! Siapa yang cool? Yang memungkinkan orang lemah mengalahkan orang yang dianggap kuat. Yang memungkinkan orang rapuh jadi medium kebaikan. Yang memungkinkan kehancuran jadi ajang kemanusiaan. Siapa itu? Ya siapa lagi kalau bukan yang diklaim Daud: Tuhan yang telah melepaskannya dari cakar singa dan beruang, Dia pula yang akan melepaskannya dari tangan Goliat.

Kata-katanya terbukti. Siapa yang cool? Kata-katanya? Daudnya? Halah, balik lagi. Ya jelas Tuhan itu tadi! Kenapa saya tanya siapa yang cool lagi ya?
Karena orang mudah salah fokus, seperti yang dibilang matematikawan tadi. Matematikawan itu cool karena dia bisa menunjukkan ke-cool-an Allah dan fungsi semesta sebagai gambaran Allah yang cool itu. Kalau tidak diingatkan, orang berhenti menelusur, menelisik, berefleksi, menimbang-nimbang, melihat bahwa yang cool akhirnya adalah Allah sendiri. Semesta ini ya cool, tapi cuma sebagai gambaran. Orang brilian, jago kung fu, juara aneka kompetisi dan sebagainya juga cool, tapi itu cuma gambaran dari ke-cool-an sesungguhnya.

Tak mengherankan kalau melihat kehebatan ini itu, orang bisa tersesat dalam klaim naifnya: pantaslah wong agamanya sama dengan agamaku, ya tentu saja wong dia dari sukuku, jelaslah dia partaiku, dan seterusnya. Orang keblinger dengan ‘gambaran’ ala Blaise Pascal tadi (upsss… keceplosan deh) sehingga membuat ‘gambaran’ itu seakan-akan adalah Tuhannya sendiri. 

Ya Allah, mohon rahmat kebijaksanaan supaya kami semakin terampil membedakan sarana dan tujuan hidup kami demi AMDG. Amin.


RABU BIASA II B/2
Peringatan Wajib S. Antonius Abas
17 Januari 2018

1Sam 17,32-33.37.40-51
Mrk 3,1-6

Posting Tahun A/1 2017: Perkenalkan Akrasia
Posting Tahun C/2 2016: Otak SNI
Posting Tahun B/1 2015: Kita Mesti Telanjang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s