Ciao, Bella!

Mengapa keindahan, atau katakanlah kecantikan [berbau gender], senantiasa menarik perhatian orang? Ingatlah bagaimana dulu Anda jatuh cinta pada pasangan Anda. Sebetulnya pasangan Anda itu ya bukan orang tercantik atau tertampan di seluruh jagad raya, bahkan memang tidak cantik atau tampan, tapi lama kelamaan Anda menemukan kecantikan atau ketampanannya! Cantik dan tampan ini hanya salah satu cabang dari keindahan dan sifatnya relatif. Maksudnya, bahkan dalam hal yang tidak cantik pun bisa didapati keindahan, yang pada gilirannya justru membuatnya cantik.

Dalam Kitab Sirakh dikatakan begini: Kemolekan dan kecantikan digemari mata, namun lebih daripada kedua-duanya, digemarinya rumput di ladang. Ini soal keindahan, sebagaimana sunset atau sunrise, sebagaimana sinkronisasi gerak dan musik, sebagaimana ketulusan orang memberikan diri dari kekurangan, sebagaimana pekerja sosial yang tiada kenal lelah mengupayakan keadilan bagi semua, sebagaimana jutawan yang hidup sederhana membaktikan dirinya bagi kesejahteraan bersama, sebagaimana cinta nan gratis, dan seterusnya. Mari kembali lagi ke pertanyaan tadi. Mengapa hal-hal yang indah itu menimbulkan simpati orang?

Salah satu kemungkinan jawaban saya peroleh dari tetangga: karena hal-hal indah tadi adalah refleksi atau cerminan keindahan-tak-terbatas dari Allah sendiri. Manusia diciptakan untuk menuju Sang Keindahan itu. Entah jalan yang ditempuhnya benar atau salah, pada kedalamannya ada kerinduan akan atribut yang indah itu. Dari kedalaman diri orang tidak muncul keinginan supaya ia dicap tak bertanggung jawab, jahat, bodoh, brutal, dan sejenisnya. Kalau keinginan macam itu muncul, datangnya dari lapisan lain, conditionings yang tak disadarinya (bdk. Psikologi Campur Aduk).

Pada posting lalu (Anjing Cakep atau Enak?) sudah disinggung paradigma mengenai keindahan (bellezza) gembala yang baik, yang tidak dimiliki gembala upahan. Tolok ukurnya: gembala ini memberikan nyawanya bagi domba-dombanya. Apakah maksudnya gembala ini membiarkan dirinya jadi mangsa serigala demi keselamatan domba-dombanya? Bukan begitu. Maksudnya mesti dilihat dari perbandingan gembala yang baik dari gembala upahan.

Gembala upahan, melihat serigala datang, lari sehingga serigala itu bisa menerkam domba dan kawanan domba itu tercerai berai. Gembala yang baik, tidak membiarkan itu terjadi meskipun nyawanya terancam. Ia menjaga kawanan dombanya supaya tak tercerai berai. Repotnya, ‘menjaga kawanan’ itu bisa jadi diasosiasikan sebagai pemimpin yang menjaga umatnya supaya gak ada yang murtad dari agama, atau orang tua yang berjuang supaya anaknya tak berpindah agama.

Mungkin hipotesis saya berlaku: apa saja kalau sudah direcoki agama (amburadulnjuk malah ancur. Gimana mo gak ancur, politik ditunggangi agama, bisnis publik dilihat dengan kategori agama, kultur pun juga diklaim agama, tetapi agamanya sendiri tak pernah dikritisi supaya memang sungguh jadi amanah. 

Itulah kriteria berikut yang disodorkan dalam teks bacaan hari ini: pengenalan akan Allah, yaitu relasi intim antara orang beragama dan Allahnya. Tanpa itu, orang tua bisa saja mengondisikan anak-anaknya tetap memeluk agamanya, tetapi kehilangan kontak dengan Allah yang sesungguhnya. Hal yang sama bisa dibuat pastor atau imam yang menggembalakan umatnya. Berakrab-akrab ria dengan umat, tetapi keakraban itu tak mengantar mereka pada relasi sejati dengan Tuhan. Ini berat, mungkin seperti membaca kebanyakan catatan pada blog ini.

Ya Allah, mohon rahmat kebijaksanaan untuk menemukan-Mu dalam sejarah hidup kami. Amin. 


MINGGU PASKA IV B/2
22 April 2018
Hari Minggu Panggilan

Kis 4,8-12
1Yoh 3,1-2
Yoh 10,11-18

Posting 2015: Anjing Cakep atau Enak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s