Aku Memang Salah

Anda pakai untuk apakah akun medsos Anda? Saya setengah mati belajar menggunakan medsos yang mungkin lebih kekinian tetapi belum lulus juga sampai sekarang. Medsos ini bisa jadi, bisa jadi, bisa jadi bahasa baru seperti disinggung dalam bacaan hari ini.

Teks bacaan hari ini adalah ekstra yang diletakkan setelah daftar penampakan guru dari Nazareth kepada Magdalena dan dua murid Emaus. Ini adalah penampakan kepada kesebelas rasul plus pesan sebelum kenaikan ke surga. Sebelum meninggalkan pesan, sang guru menegur dulu para rasul yang tak percaya pada pewartaan Magdalena maupun dua murid Emaus itu.

Memang penulis Markus itu secara umum menggambarkan sisi resisten para murid terhadap warta kebangkitan. Kenapa ya dia itu seperti mau menyatakan bahwa para murid itu kurang percaya, kurang beriman? Ya mboh, tetangga saya bilang mungkin penulis Markus ini mau mengajarkan dua hal. 

Pertama, dari tegurannya jelas ada asumsi bahwa sebelum orang beriman kepada Allah, ia terlebih dahulu mesti menaruh kepercayaan kepada orang yang jadi saksi akan kepercayaan itu. Gak ada orang yang ujug-ujug beriman kalau tidak mendapat input dari pihak lain. Ini soal yang sangat jelas, sebagaimana orang belajar omong, ia mesti mendengar dulu dari pihak lain dan kepada pihak lain itu ia menaruh kepercayaan.

Kedua, tak perlulah orang dikucilkan lantaran dalam hatinya muncul keraguan iman. Justru pada diri orang yang ragu-ragu terdapat potensi untuk mengolah iman kepercayaannya. Yang begitu itu tak perlu dikucilkan, tetapi didorong supaya bisa mengambil keputusan secara tepat. Lha wong sebelas rasul saja ya masih punya keraguan dalam diri mereka.

Dua hal itu bisa menghantui orang beriman, juga dalam memanfaatkan medsosnya: menyodorkan tanda kehidupan yang inklusif atau malah mengakumulasi warta kematian. Medsos tentu bisa dipahami sebagai medium, tetapi medium bisa jadi adalah pesannya sendiri.

Anda tidak harus menjadi fans Liverpool untuk mengagumi Mohammad Salah [saya kagum karena Jürgen Klopp mengasuhnya, hahaha dasar Jerman]. Sudah sejak tengah musim Premier League namanya melambung dan bahkan para pendukung klub itu membuat jingle dengan lirik yang menarik: kalau dia membuat beberapa gol lagi, aku akan jadi Muslim juga. Tentu ungkapan kegembiraan seperti itu tak perlu juga ditelan mentah-mentah. Biar bagaimanapun, ini semua adalah bisnis. Salah masuk di dalamnya, dengan karakter religius yang dia punya.

Di situlah pesannya: di tengah ancaman terorisme memakai kedok agama, Salah membuka tabir dunia lain yang bisa diwujudkan, dunia yang inklusif, yang memberi ruang bagi siapa saja untuk mengekspresikan keyakinan imannya di tengah-tengah keragaman kultur.
Loh, bukankah para teroris itu juga mengekspresikan keyakinan iman mereka, Mo? Tul, tapi itu tadi, mengakumulasi warta kematian kepada orang lain. Kesaksian Salah memberi narasi sebaliknya, dan saya lebih percaya kesaksian Salah. Kalau itu memang sesat, ya namanya juga Salah.

Tuhan, bantulah kami untuk semakin mampu mempersaksikan warta kebangkitan dengan tindakan, lebih daripada kata-kata. Amin.


PESTA ST. MARKUS
(Rabu Paska IV)
25 April 2018

1Ptr 5,5b-14
Mrk 16,15-20

Posting 2017: Agama Uzur
Posting 2016: Belajar Bahasa Nyuk!
Posting 2015: Tugasmu ‘Gampang’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s