Hati Risau

Kalau di dunia ini ada lima ribu agama, sekurang-kurangnya ada lima ribu konsep mengenai Allah. Akan tetapi, kalau ada satu milyar penganut agama tertentu, sekurang-kurangnya ada satu milyar konsep mengenai Allah juga. Masing-masing dari kita punya gagasan tersendiri mengenai Allah dengan menggabungkan hal-hal yang pernah kita dengar, kita pelajari, keyakinan dan pengalaman pribadi, mboh positif mboh negatif. Celakanya, konsep-konsep tentang Allah itu dipakai untuk menghakimi satu sama lain sehingga yang anu menganggap diri lebih baik dari yang inu dan sebaliknya.

Kemarin saya dapat rekaman video tentang seorang pemuka agama tetot di Eropa yang sedemikian risau dengan perkembangan agama lain di wilayahnya. Di belahan dunia lain, pemuka agama lain risau kalau agama tetot berkembang. Saya curiga para pemuka agama itu kurang concern pada relasi personal dengan Tuhan dan malah sibuk dengan rekrutmen anggota pemeluk agama entah tetot atau anu.

Anda ini bagaimana toh, Rom? Justru rekrutmen jumlah anggota agama itu demi semakin banyaknya orang yang punya relasi pribadi dengan Tuhan.

Mbelguedhessss. Kalau memang mau begitu, mulailah dari yang ada, tingkatkan kualitasnya sehingga hidup mereka jadi daya tarik bagi orang lain dan syukur-syukur hidayah diberikan Tuhan untuk memeluk agama tetot atau anu,  bukannya malah waton berkoar-koar #2019gantipresiden! (Wahaha kok malah ke sana… Lha soalnya modelnya sama).

Teks bacaan hari ini menyajikan adegan lambung Yesus yang ditombak dan mengucurkan air dan darah. Gereja Katolik menafsirkannya sebagai simbol sumber sakramen. Saya tak bisa membeberkannya di sini tetapi minimal bisa mengaitkannya dengan pengorbanan si guru dari Nazareth itu dan itu mengapa dirayakan hati suci: adakah orang tanpa hati mengorbankan diri atau berkorban bagi kebaikan bersama? 

Saya rasa tidak, dan karena itulah concern orang yang hatinya suci justru lebih besar pada relasi personal orang beragama dengan Tuhannya daripada risau dengan rebutan pemeluk agama

Hati Yesus yang Mahakudus, jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.


HARI RAYA HATI YESUS YANG MAHAKUDUS
(Hari Jumat Biasa IX B/2)
8 Juni 2018

Hos 11,1.3-4.8c-9
Ef 3,8-12.14-19
Yoh 19,31-37

Posting 2017: Kisah Cinta-Ku 
Posting 2016: Takut Kehilangan  
Posting 2015: Hukum Mati Pembunuh Angeline?

Posting 2014: Hati Yesus yang Mahakudus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s