Bangunlah Jiwanya

Di hadapan Tuhan mungkin ada dua kelumpuhan saja. Yang satu kelumpuhan syaraf, seperti diderita oleh seseorang yang dalam teks hari ini dikisahkan terbaring di tempat tidurnya. Yang lainnya adalah kelumpuhan jiwa, seperti dipelihara oleh beberapa ahli Taurat yang menggumam dalam hatinya bahwa guru dari Nazareth itu menista Tuhan atau dalam bahasa sekarang bisa juga disebut menista agama.

Kelumpuhan yang pertama agaknya malah bisa disembuhkan oleh Tuhan. Kalau zaman sekarang ya lewat perantaraan dokter syaraf atau orang yang punya karunia khusus untuk menyembuhkan kelumpuhan seperti itu. Guru dari Nazareth sepertinya punya karunia khusus itu. Akan tetapi, karunia khusus itu rupanya tak berdaya di hadapan kelumpuhan jiwa.

Jangan-jangan, kelumpuhan syaraf itu justru bisa disembuhkan karena jiwa si penderita belum mengalami kelumpuhan. Ia percaya bahwa dosanya sudah diampuni dan karena imannya itu juga ia menuruti apa yang diperintahkan guru dari Nazareth: bangun, mengangkat tempatnya berbaring dan pulang ke rumah! Bayangkan, mungkinkah orang yang tak percaya bisa melakukan hal itu? Tak mungkin. Belum membangun niat untuk bangun saja sudah diserang pikiran negatif seperti dibangun oleh beberapa ahli Taurat itu: “Mana mungkin orang lumpuh bisa bangun?” “Mana mungkin orang bisa mengampuni dosa?”

Ini agak merisaukan saya. Kelumpuhan syaraf bisa ditangani, tetapi kelumpuhan jiwa, bahkan Tuhan pun tak punya kuasa terhadapnya. Dampaknya dahsyat: aneka konspirasi orang yang lumpuh jiwanya, meskipun cuma beberapa, akhirnya mendominasi dan menghancurkan orang-orang baik. Ada begitu banyak preseden, juga terjadi dalam ranah politik beberapa waktu lalu yang membuat orang baik ternista karena dakwaan penistaan. Hal yang sama bisa terjadi pada masa yang akan datang: orang-orang yang lumpuh jiwanya, meskipun awalnya cuma 20 persen, bisa berubah jadi 58 persen dalam waktu relatif singkat. Hiiiii…..

Semoga mereka yang jiwanya tak lumpuh karena arogansi kekuasaan (termasuk kekuasaan rohani) diberi kesehatan secukupnya untuk membangun jiwa bangsa ini, melawan kelumpuhan jiwa yang secara senyap ditaburkan di bumi pertiwi ini. Amin.


KAMIS BIASA XIII B/2
5 Juli 2018

Am 7,10-17
Mat 9,1-8

Kamis Biasa XIII A/1 2017: Dasar Ndeso
Kamis Biasa XIII C/2 2016: Minta Jemput Dong
Kamis Biasa XIII B/1 2015: Iman Yang Tuntas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s