Nasib Pembantu

Begini nasib jadi pastor ‘pembantu’ [sekarang sudah tidak ada lagi sebutan itu tampaknya]: manut saja pada apa yang sudah disiapkan umat. Dalam arti tertentu ini tidak jelek loh, malah bagus. Coba kalau pastor nggugu karêpé dhéwé padahal gak ikut berproses bersama umat!
Karena bukan pastor paroki (itu loh romo yang bekerja di gereja-gereja Katolik), saya menempatkan diri seperti dosen pembimbing kedua untuk tesis mahasiswa: manut saja apa yang ditekankan pembimbing pertama, kalau memberi koreksi ya hal-hal sekunder saja, jangan yang fundamental. Bakal runyam dan kasihan mahasiswanya kan kalau pembimbing kedua bertentangan dengan pembimbing utama?

Kemarin saya diminta memimpin misa karena pastornya berhalangan. Pada saat saya persiapan di sakristi, saya diberitahu oleh petugas bahwa seluruh lagu dinyanyikan dalam bahasa Latin dengan alunan melodi gregorian. Ketika berarak masuk ke gereja saya perhatikan mayoritas petugas kornya mengenakan mantila. Waaaaowww…. Dan memang semua lagu dinyanyikan dalam bahasa Latin dengan nada gregorian, diborong oleh kor. Saya menyanyi dalam hati saja karena di situlah saya bisa mengeluarkan suara emas saya.

Yang sedikit melawan prinsip manut saya ialah bahwa sebelum misa saya diminta mengumumkan bahwa semua lagu dinyanyikan dalam bahasa Latin dengan nada gregorian. Jadi timbul pertanyaan, mengapa mesti saya umumkan? Mengapa juga mesti diumumkan oleh imam? Entah mengapa, saya mempersilakan petugas kor sendiri yang mengumumkannya, sambil dalam hati bertanya-tanya ada apa ini.
Pertanyaan itu terjawab ketika saya mendengar bunyi pengumumannya. Ada nuansa informasi berlegitimasi Paus Paulus VI (tentu seturut tafsiran tertentu) dan keterangan bahwa misa dengan lagu gregorian berbahasa Latin sudah dirayakan di sana-sini. Ooooo begitu toh.

Saya tidak hendak mengoreksi pengumuman yang dibuat oleh petugas itu, bahkan meskipun saya tahu bahwa pengurus gerejanya sendiri tidak mengira bahwa misa biasa itu dipakai untuk sosialisasi lagu gregorian berbahasa Latin. Di situlah saya manut, seperti pengurus gerejanya juga manut. Ya sumonggo, de gustibus non disputandum est. Kalau saya dimintai pendapat sih, lagu-lagu itu, yang banyak sekali, sebaiknya dipakai pada misa khusus, misa tridentin; bukan misa biasa (apalagi misa harian). Tapi itu kan pendapat saya, dan saya bukan mbilung.

Ada cara untuk melestarikan intisari masa lalu sedemikian rupa sehingga lebih berbuah dan kena esensinya juga dalam hidup orang beriman: penemuan relasi dengan Allah melalui pernyataan diri-Nya yang progresif, yang senantiasa terhubung dengan problem aktual manusia beriman. Akan tetapi, ada juga cara pelestarian masa lampau yang jadi mandul, terkungkung pada diri sendiri atas nama membela kebiasaan, dengan cara pandang rabun terhadap dunia atau hal-hal di sekeliling, seakan-akan Allah tidak mampu bergerak dalam kemajuan peradaban, seakan-akan Ia tak bisa berkomunikasi dari zaman ke zaman.

Guru dari Nazareth menantang visi yang mereduksi kehendak Allah sebagai kebiasaan orang sendiri (termasuk dalam agama). Memang tidak mudah mengikuti Allah yang bergerak sepanjang sejarah.

Tuhan, bukalah hati dan pikiran kami supaya dapat menangkap kehadiran-Mu dalam tanda-tanda zaman, dalam aneka kebaruan hidup di sekeliling kami. Amin.


SABTU BIASA XIII B/2
7 Juli 2018

Am 9,11-15
Mat 9,14-17

Sabtu Biasa XIII A/1 2017: Pansus Koruptor
Sabtu Biasa XIII C/2 2016: Puasa Pesta atau Pesta Puasa?
Sabtu Biasa XIII B/1 2015: Ngapain Puasa Segala?

2 replies

  1. selamat malam, romo (atau pak saja?). saya suka baca postingan bapak tentang lingkungan gereja, nambah-nambah pengetahuan saya. saya pernah meninggalkan komentar di salah satu postingan romo, tapi nggak ngeh kalau romo ternyata seorang romo (?). salam kenal!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s