You are precious

C’est le temps que tu as perdu pour ta rosé qui fait ta rosé si importante, tulis Antoine de Saint-Exupéry. Terjemahan Googlenya: It’s the time you lost for your rose that makes your rose so important. Artinya, yang bikin mawar Anda begitu penting adalah waktu Anda yang hilang untuk mendapatkan mawar itu.

Bagaimana kalau ‘mawar’ itu diganti ‘orang’ ya? Bisa. Semakin banyak investasi waktu Anda untuk mendapatkan orang (hilang), semakin berartilah orang itu bagi Anda.
Bagaimana kalau ‘mawar’ dan ‘orang’ itu digabungkan ya? Bisa juga. Semakin banyak waktu diinvestasikan untuk mendapatkan orang-orang yang hilang karena ‘tim mawar’ (sudah dua dekade lalu je), semakin pentinglah orang-orang hilang itu, bahkan sekalipun tinggal jasadnya. Ironisnya, orang-orang yang punya potensi dan kewenangan untuk menginvestasikan waktu untuk pencarian itu malah sibuk mencari kekuasaan, hiks hiks hiks…

Kata “hilang” dan “mendapatkan” dalam perumpamaan bacaan hari ini bisa membantu penjelasan mengapa hilangnya suatu hal itu membuat kita paham arti penting dari yang hilang itu. Tidak jarang terjadi bahwa orang baru merasakan pentingnya sesuatu justru ketika sesuatu itu hilang darinya, sebagaimana orang merasa kalau sedang tidak butuh suatu benda ada di sana-sini tetapi ketika sedang butuh benda itu seakan-akan susah dicari. Akan tetapi, teks hari ini tidak mengulas rasa subjektif seperti itu. Seluruh bab 15 tulisan Lukas menarasikan ‘hati’ Allah. Memang ini antropomorfis (menggambarkan Allah dengan sifat-sifat manusia), tetapi mau dengan cara bagaimana lagi menggambarkan sifat Allah sebagai pribadi kalau tidak melalui sifat yang terpahami manusia?

‘Hati’ Allah yang digambarkan dalam tulisan Lukas ini adalah ‘hati’ yang luka saat “mencari” dan ‘hati’ yang berbunga-bunga bahagia saat “mendapatkan”. Ini tak hanya terjadi pada ‘hati’ Allah, hati manusia juga begitu. Biasa aja, gak perlu menangkapnya sebagai sesuatu yang wow. Yang wow menurut saya ialah bahwa kegembiraan ‘hati’ Allah tidak terkait langsung dengan kepentingan-Nya sendiri, tetapi pada kepentingan ‘yang dicari-Nya’ itu sendiri.

Gak dong Mo, maksudnya gimana sih?
Singkatnya sih: Anda berharga di mata Allah bukan karena udang di balik batu. Dua perumpamaan dalam teks bacaan hari ini menguak ‘hati’ Allah dalam perjumpaannya dengan setiap pribadi pendosa, yang adalah setiap orang: setiap pribadi bernilai tak terhingga di mata Allah. Anda berharga di hadapan-Nya bukan karena prinsip kegunaan. Tapi s
ayangnya, kita terbiasa dengan conditioning (entah nasihat atau doa) supaya menjadi pribadi yang berguna bagi nusa dan bangsa.

Lah, emangnya salah po Mo mendoakan anak supaya berguna bagi nusa dan bangsa? Entahlah, saya bukan hakim, tetapi rumusan itu bisa membuat fokus melenceng, bukan pada nilai seorang pribadi manusia, melainkan kegunaannya. Habis manis sepah dibuang. Orang membuang pribadi yang dianggapnya sudah tak berguna. Ini beda dengan sikap Allah: Anda dicintai apa adanya, entah berguna atau tidak. Itulah yang menurut saya wow banget. Anda dicintai apa adanya, entah berguna atau tidak. Maka, tularkanlah cinta itu, entah berguna atau tidak, karena cinta itu bernilai pada dirinya.

Tuhan, mohon rahmat supaya kami semakin tulus dalam mencinta. Amin.


KAMIS BIASA XXXI B/2
8 November 2018

Fil 3,3-8a
Luk 15,1-10

Kamis Biasa XXXI C/2 2016: Muter-muter Yuk
Kamis Biasa XXXI B/1 2015: Allah Jaga Jarak

Kamis Biasa XXXI A/2 2014: Untung Rugi, Aku Tahu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s