Gaji Naik, Semua Beres

Kemarin itu ada orang bilang bahwa akar korupsi di negeri ini adalah kurang memadainya gaji birokrat aparatur negara, dan terhadap keyakinan palsu seperti itu pantaslah muncul meme yang menggambarkan aparatur negara yang gajinya sudah ratusan kali lipat daripada gaji tukang parkir yang katanya lebih tinggi dari gaji dokter, yang tetap saja korupsi. Jadi ceritanya, kalau orang ini jadi presiden, sekurang-kurangnya ia berencana menaikkan gaji aparatur negara. Rencana ini kiranya menggembirakan aparatur negara, dan aparatur negara ini mungkin dengan girang bakal mencoblos orang ini supaya sedikit kempes #eh…

Saya tak kompeten membuat meme atau video atau foto, tapi ini ada dokumentasi dari tetangga sebelah yang mungkin bisa disandingkan dengan rencana program kenaikan gaji aparatur negara untuk menangkal korupsi itu.

Sosok Inem yang satu ini mengatakan,”Manusia kalau lebih-lebih terus nggak ada puasnya. Jadi, saatnya sekarang saya menjadi manusia bermanfaat.” Bersama dengan itu, bisa dipahami dengan sangat mudah bahwa akar tindakan korupsi jelas bukan besar kecilnya income yang diperoleh seseorang. Kalau mau dijodohkan dengan bacaan hari ini, tindakan korupsi muncul karena orang tak punya mental baru dalam menghidupi tradisi agama. Mental lama: hidup dalam kedangkalan, formalitas doang. Karena itu, bahkan menjalankan puasa pun tak lebih dari sekadar pemenuhan unsur legal formal puasa dalam agama.

Padahal, menurut da’i besar sejuta umat (yang sangat saya hormati), inti dari puasa itu adalah pengendalian diri. Artinya, baik dokter berpenghasilan rendah maupun tukang parkir berpenghasilan tinggi mestilah mengendalikan diri. Supaya apa? Supaya ia tidak menyalahgunakan apa saja untuk kepentingan ego (kelompok), supaya ia memelihara intensi murni, supaya ia tidak memanipulasi dirinya sendiri. Puasa macam begini membutuhkan mental baru, mental yang memungkinkan orang jadi seperti Inem tadi: kalaupun dianggap gila, yang penting bermanfaat, daripada dianggap waras dan lolos tes kesehatan tapi tak bermanfaat.

Maka, semoga ASN lama dan baru, alih-alih menunggu program kenaikan gaji (yang saya kira juga secara berkala mesti naik; soalnya gaji saya ngikut gaji ASN, hahaha), semakin giat mengaktualisasikan diri sebagai Inem, pelayan masyarakat, bukan pelayan koruptor. Memang jadi pelayan koruptor itu bisa menaikkan income, tetapi tak mendamaikan dan membahagiakan hidup.
Tuhan, berilah kami kekuatan untuk setia pada-Mu.
 Amin.


SENIN BIASA II C/1
Peringatan Wajib S. Agnes
21 Januari 2019

Ibr 5,1-10
Mrk 2,18-22

Posting Tahun B/2 2018: Copy & Paste Faith?
Posting Tahun A/1 2017: Ahok, Saya Tersinggung!!!!!

Posting Tahun C/2 2016: Let’s Kill Jesus
Posting Tahun B/1 2015: Ngapain Juga Puasa?

3 replies

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s