Penjara Suci

Kalau Anda pergi ke gereja Katolik dan Anda jumpai lemari kecil dengan lampu menyala di dekatnya, bisa jadi itulah yang disebut tabernakel. Di dalamnya tersimpan Sakramen Mahakudus dan pada kebanyakan waktu dikunci dari luar [ha nek kunci dari dalam ya siapa yang ngunci, Rom!]. Anda tidak perlu repot bertanya-tanya apa itu Sakramen Mahakudus yang hari ini dirayakan oleh gereja Katolik sedunia; pokoknya itu sangat sakral bagi orang Katolik dan menjadi sentral dalam praktik devosi mereka. Nah, perkara sakral itu apa dan bagaimana orang berurusan dengannya, setiap orang bisa punya penafsirannya sendiri-sendiri.

Saya ingat salah satu pesan pendamping saya dulu ketika mengikuti pelajaran untuk persiapan menerima Sakramen Mahakudus tadi: Jangan digigit! Saya tidak mengerti pesan itu.
Pertama, kalimat perintah kok kata kerjanya pasif. Yang diberi perintah ini siapa, jal? [Ini mirip dengan kata ‘berhasil’ yang dijodohkan dengan kata kerja pasif: berhasil dibekuk, disembuhkan, ditembak, dimakan, dll. Yang berusaha siapa, yang berhasil siapa!]
Kedua, apa Sakramen Mahakudus itu semacam brem atau kue satu yang ambyar di mulut begitu? Tapi untuk apa juga melarang orang menggigit brem atau kue satu?

Sekarang saya tahu maksud etiket sopan santun itu sebagai manifestasi hormat pada yang sakral. Akan tetapi, saya juga mengerti bagaimana etiket sopan santun seperti itu bisa mengaburkan makna Sakramen Mahakudus dan tabernakelnya sebagai penjara suci. Ya itu bisa terjadi kalau orang galfok: bukan fokus pada sikap hormat yang perlu dibangunnya, melainkan larangan ‘menggigit’. Ini nanti paralel dengan perilaku lain: membungkuk, menunduk, sujud, dan sebagainya. Semakin detail memang berisiko galfok.

Saya ingin fokus pada kata kerja ‘makan’ dalam teks bacaan kedua hari ini. Di situ ada tujuh kata ‘makan’. Menariknya, kata itu dipakai untuk menerjemahkan φάγῃ (phagē, Yunani) dan τρώγων (trōgōn, Yunani). Entah bagaimana nasib terjemahan bahasa Minangkabau, tetapi dalam teks Indonesia dua kata Yunani itu diterjemahkan dengan kata yang sama: makan.
Romo nih berisiko galfok, detail amat!🤣
Lha ini soal terjemahan je, kalau gak detail gak bisa makan.🤭
Kata pertama yang dipakai memang merujuk pada tindakan makan pada umumnya, tetapi kata kedua, τρώγων, punya nuansa yang lebih spesifik. Kalau Anda pernah sarapan dengan crunch cereal atau sejenisnya, ya begitulah nuansanya. 
Berarti, sesungguhnya justru orang Katolik mestinya mengunyah Sakramen Mahakudus kan ya? Kok malah dilarang menggigit?🤭

Asudahlah, itu receh saja. Yang jauh lebih penting ialah menafsirkan mengunyah Tubuh dan Darah Kristus itu: karena dengan begitulah orang memperoleh hidup kekal. Ini bukan perkara surga-neraka, melainkan soal style of life, yang bisa diadopsi siapa pun yang mau mengunyah Tubuh dan Darah Kristus itu.
Nah, kalau sekarang dalam masa pandemi ini orang Katolik tak bisa mengunyah Tubuh dan Darah Kristus, njuk gimana, Rom?
Justru protokol pandemi memperjelas perkaranya bahwa mengunyah Tubuh dan Darah Kristus bukan perkara menyambut roti bundar kecil itu. Bayangkanlah sementara Anda punya privilese setiap minggu menyambut Sakramen itu dan sekian ratus kilometer dari tempat Anda, orang lain hanya bisa menyambutnya satu semester sekali di tengah kerja keras pelayanan mereka. Siapa yang sesungguhnya mengunyah Sakramen itu?

Tuhan, mohon rahmat supaya kami semakin mampu meresapi kesucian hidup konkret kami. Amin.


HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS A/2
14 Juni 2020

Ul 8,2-3.14b-16a
1Kor 10,16-17
Yoh 6,51-58

Posting 2017: Komuni Pendosa
Posting 2014: Tubuh Kristus Kok Dimakan?

2 replies

  1. Yang tak kalah penting hosti nya ditelan manusia secara sendiri-sendiri bukan ditelankan orang lain. Kalau kebetulan hostinya ditelan manusia secara serentak karena perayaan yang menghubungkan manusia sekarang dengan keabadian. Benar tidak, Romo? Mengapa judulnya penjara suci? Karena seringnya manusia sulit untuk taat?

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s