Saya masih bisa mendapati dermawan/wati menyantuni orang yang kehabisan saldo untuk belanja atau penjual keliling yang kelelahan di jalan atau mas-mas ojol; dan itu bukan dalam rangka eksperimen sosial. Saya bisa mengerti bahwa dermawan/wati itu tak bisa berbuat banyak di hadapan sistem yang korup, sistem yang dibangun atas dasar hukum rimba tanpa etika. Entahlah…
Saya tidak tahu bagaimana membaca teks bacaan hari ini di samping aneka berita tentang PHK, kenaikan pajak yang hanya sekian persen (tapi berlaku untuk jutaan orang atau dibebankan pada puluhan juta konsumen), operasional ojol yang rentan ketimpangan antara pengemudi dan perusahaannya, persoalan lingkungan hidup, lahan masyarakat yang diserobot perusahaan, dan sebagainya.
Saya tahu bahwa penulis teks bacaan hari ini punya tema yang tersebar di sana sini: JOY. Kalau mau utak atik gathuk, mungkin Anda masih ingat posting JOY. Kalau mau berpikir lebih sistemik, mungkin Anda bisa bertitik tolak pada sunnatullah. Kalau mau mengalaminya sungguh-sungguh, tidak ada jalan selain JOMO: Joy of missing out. Tentu aneh untuk tren yang bergerak cepat untuk berbagai update produk, gaya hidup, properti, status, dan seterusnya.
Akan tetapi, apa gunanya Kitab Suci, kan, kalau cuma dipakai untuk manipulasi dan mengikuti tren nama besar? Ya tidak ada gunanya. Jadi, kalau ada yang petik ayat suci untuk menyokong tren seperti itu, lebih baik ambil langkah sebaliknya, ya Jomo tadi.
Tema kegembiraan dalam teks bacaan hari ini terhubung dengan aneka momen kemanusiaan: pengampunan, penyembuhan, penolakan, memberi daya hidup orang lain. Tidak ada dari hal-hal itu yang ringan atau enak, tetapi rupanya oleh penulis teks hari ini diberi kualifikasi yang lebih melegakan: JOY. Itu mengapa saya tulis di awal: para dermawan yang tidak hanya berkoar-koar bahwa hatinya untuk orang kecil, tetapi juga mengerti persoalan struktural orang kecil ini dan sejauh dapat dijangkaunya, ia lakukan hal sederhana. Mereka ini bisa jadi ketinggalan tren, tetapi bisa gembira karena tak ketinggalan empati dan mengerti runyamnya struktur tanpa hati.
Tuhan, jadikanlah kami agen gas perubahan demi kabar gembira-Mu. Amin.
HARI KHUSUS ADVEN
21 Desember 2024, Sabtu
Posting 2020: Shalom
Posting 2019: Untung Ada KKN
Posting 2017: Terlambat Buru-buru
Posting 2016: Demen Amat sama Atribut
Posting 2014: Mari Gembira
