Konon nasib Manchester United dan Liverpool berbeda setelah ditinggal masing-masing pelatih mereka: Sir Alex Ferguson dan Jürgen Klopp. MU bertengger di urutan ketujuh pada akhir musim berikutnya. Liverpool urutan pertama alias juara. Bergantung pada sudut pandang penilaian kita, bisa dikatakan bahwa pelatih MU setelah Ferguson tidak mutu dan pengganti Klopp begitu ciamik. Bisa juga dikatakan bahwa kualitas pemain MU merosot sementara pemain Liverpool semakin gacor.
Yang mau saya katakan di sini ialah kinerja Roh Penghibur yang disodorkan dalam teks bacaan utama hari ini. Ia membuat Yesus (dan siapa pun yang hidupnya merepresentasikan kepasrahan kepada Allah) dan pekerjaannya tetap hadir berlangsung dalam komunitasnya meskipun Yesus ini absen. Bahkan, bisa dikatakan, jika Yesus tak absen, malah tidak bisa dibuktikan bahwa Roh Penghibur itu ada karena kehidupan komunitas itu bergantung mutlak pada sosok Yesus, bukan karismanya, bukan rohnya. Dengan kata lain, mungkin malah bisa dikatakan juga bahwa Yesus itu tak punya karisma yang menular dan hanya hidup dalam dirinya sendiri.
Jika dikembalikan ke MU dan Liverpool tadi, barangkali kita bisa tengarai karisma mana yang tampaknya lebih menular ke sistem atau struktur alih-alih membangun kultus individu. Jika ditarik dalam konteks negeri ini, Anda dan saya jadi tahu bagaimana karisma gerakan ’98 rusak, bukan karena absennya orang-orang ’98 melainkan karena sebagian darinya lebih concern pada kekuasaan daripada pelayanan publik. Tentu saja, etika ndasmu berperan besar di sana dan karena itulah segalanya menjadi suram jika melihat bagaimana potensi kekayaan negara yang sedemikian besar diurus oleh kebanyakan orang yang juga lebih gila kuasa daripada gila karena tercengkam oleh Roh Penghibur.
Sekali lagi, dalam situasi seperti ini, kinerja Roh Penghibur memantik harapan lebih daripada optimisme yang hanya dibangun lewat propaganda dan slogan-slogan bombastis. Harapan itu ada pada Anda dan saya yang mungkin dapat berperan sekecil apa pun untuk menularkan etika hati yang mengutamakan soul feeling lebih daripada worldly feeling yang pemantiknya bertebaran di sana-sini.
Tuhan, mohon rahmat untuk bertekun dalam cinta akan kebijaksanaan-Mu. Amin.
SELASA PASKA VI
27 Mei 2025
Posting 2020: Jalangkote
Posting 2019: Tek Kotek Kotek Konteks
Posting 2018: Nothing Tulus
Posting 2017: Untuk Koh Ahok
Posting 2016: Perpisahan Mendewasakan
Posting 2014: Sakit Boleh, Menderita Jangan
