Dapatkah Anda membantu saya menjawab pertanyaan: apa sih yang sesungguhnya dikejar para koruptor, para pendobel jabatan, para pengemplang pajak, para penagih pajak, para rent seeker, dan sebagainya? Pertanyaan itu juga sebetulnya berlaku bagi Anda dan saya: apa sih yang sesungguhnya kita kejar dalam hidup ini?
Teks bacaan utama hari ini mengisahkan Maria yang pergi ke kubur ketika masih gelap. Begitu melihat batu penutup makam terguling, ia berlari untuk memanggil para murid lain; tapi apa mau dikata, zaman itu, mungkin juga masih sampai zaman sekarang, apa arti suara perempuan! Para murid lain bergegas ke kubur untuk validasi, Maria di depan makam yang kosong dan menangis.
Mungkin begitulah penghayatan agama yang autentik: menemukan kesaksian dari kaum pinggiran, bukan dari status quo. Menghayati agama secara autentik kiranya menggumuli pertanyaan apakah memang Anda dan saya mencari Tuhan dengan cinta, yang mungkin saja membuat orang mesti berderai air mata seperti Maria Magdalena dan akhirnya menemukan kesadaran baru bahwa sosok yang dicarinya itu tak bisa lagi dikungkungnya dalam kultur kematian: menghabiskan waktu untuk apa saja dan di ujungnya baru bertanya apa yang sudah dibuatnya dan apa yang didapatnya dan menemukan jawaban kosong ala makam yang dijenguk murid-murid lain.
Dari Maria, Anda dan saya belajar untuk menanti dengan cinta, mendengarkan keinginan autentik, mendengarkan nama diri dipanggil. Andai saja Anda dan saya menyambut siapa pun yang mencari Allah, yang terpinggirkan, yang menemukan makam kosong, mungkin jalan-jalan Allah tak terduga membawa sukacita yang penuh.
Semoga dari suara pinggiran, Anda dan saya menemukan kedalaman cinta-Nya. Amin.
PERINGATAN WAJIB ST. MARIA MAGDALENA
(Selasa Biasa XVI C/1)
22 Juli 2025
Posting 2020: Awas Luput
Posting 2019: Jantung Hati
Posting 2017: Kemplang Aja Bleh
Posting 2016: Kenapa Nangis?
Posting 2015: Tak Usah Takabur
Posting 2014: You Need Love
