• Ambisi

    Ambisi

    Apa jadinya orang yang hidup tanpa ambisi? Mungkin seperti orang tanpa gizi, mau ngapain aja jadi serba lazy. Pada ujung lain, orang bisa sedemikian berambisi sampai jadi obsesi. Ambisi memang berguna sebagai kendaraan passion seseorang, yang bikin passion itu jadi driving force dalam hidupnya. Tanpa ambisi, passion cuma hadir di mulut dan tak diterjemahkan dalam tindakan. Read more

  • Dodol

    Dodol

    Kalau Anda bisa mengingat beberapa hal ini, mungkin Anda punya bakat untuk berjualan soto: soto daging tiga, tanpa nasi, tanpa kol, satu gak pakai micin. Kemarin saya memesan makan seperti itu; tiga kali penjualnya bertanya lagi apa yang saya pesan, dan tiga kali pula saya menjawabnya sembari dalam hati tertawa. Sadar diri, saya pun kalau Read more

  • Di Balik Alfabet

    Di Balik Alfabet

    Seorang rabi Yahudi, Lawrence Kushner, menulis suatu introduksi terhadap alfabet Ibrani sebagai sebuah pendekatan kerohanian kontemporer. Judul bukunya (Sefer Otiyot) The Book of Letters: A Mystical Alef-bait. Dalam uraiannya, alfabet bukan sekadar kumpulan huruf, melainkan juga simbol sejarah, filsafat, dan hidup orang-orang Yahudi. Saya kutipkan huruf pertama saja ya: alef. Saya tak bisa menuliskan karakternya, Read more

  • Awas Luput

    Awas Luput

    Serial sinetron yang kami tonton semakin jelas menunjukkan konflik cinta segitiga Wuji-Min2-Zhirou. Sayang, ironi antara penonton dan Zhirou mengenai misteri pencuri Pedang Langit dan Golok Naga dipecahkan tanpa melibatkan penyelidikan Wuji. Tahu-tahu ditongolkan adegan flashback Zhirou mengambil pedang dan menikam A Ling. Tapi ya gimana lagi, namanya juga sinetron, biar bagaimanapun punya keterbatasan untuk menjabarkan pergumulan Read more

  • Kata Orang

    Kata Orang

    Beberapa waktu lalu saya memberi nuansa negatif pada hidup seturut ‘apa kata orang’. Negatifnya dari perspektif otonomi seorang pribadi manusia. Orang yang tidak memiliki otonomi itu hidupnya jadi heteronom, semua ditentukan oleh ‘apa kata orang’ tadi. Dia tak bisa melakukan internalisasi nilai dari luar sehingga semua jadi perkara kewajiban, soal kompulsi belaka. Hari ini saya Read more

  • Berubay

    Berubay

    Beberapa hari lalu saya ke pusat perbelanjaan alat elektronik dan komputer. Dari sekian orang yang masuk ke gedung itu, setelah satu orang selesai cuci tangan gratis, hanya saya yang mencuci tangan. Yang lainnya bludhas-bludhus gitu aja. Padahal, kalau di situ bisa renang pun, saya mau aja renang di situ saking puanasé. Setelah saya keluar gedung dan bersiap-siap keluar dari Read more