Collect moments, not things.
-

Bapak Siapa?
Kalau dipikir-pikir, teks bacaan hari ini menyakitkan [loh dipikir kok menyakitkan toh?]. Unsur distingtif dalam doa yang disodorkan Guru dari Nazareth adalah sebutan “Bapa” dan secara teoretis jelaslah problematika kata “Bapa” ini: apakah memang ia layak dilekatkan pada sosok laki-laki saja. Orang cenderung mengidentikkan kata itu dengan sosok ayah, tetapi justru itulah yang menurut saya Read more
-

Wajah Tak Bertopeng
Dalam posting kemarin, insight yang saya garisbawahi ialah bahwa compassion itu memerlukan “perjumpaan wajah” penderitaan. Maksudnya, penderitaan itu berwajah, bukan cuma kata benda abstrak universal. Pemuka agama dan orang Lewi dalam perumpamaan itu rupanya tidak mengalami “perjumpaan wajah” dengan orang yang babak belur dianiaya [dan mungkin diancam akan dibunuh dan mayatnya bakal dikeluarkan pake’ ambulans Read more
-

Butuh Ketemu
Saya sadar banyak orang cenderung mengatakan cinta itu jauh dari teori dan kokoh dalam tindakan. Akan tetapi, pada masa krisis ketulusan, tindakan tak bermakna lebih dari pencitraan yang menyusutkan cinta itu sendiri. Ujungnya cinta memang senantiasa adalah tindakan, tetapi pasti bukan sembarang tindakan. Kalau sembarang tindakan adalah manifestasi cinta, teori tak diperlukan lagi karena orang Read more
-

Punya Joker?
Berapa lama lagi, Tuhan, aku berteriak, tetapi tidak Kaudengar; aku berseru kepada-Mu,”Penindasan!” tetapi tidak Kautolong? Begitu kiranya yang dibunyikan banyak orang yang sedang bergumul dalam hidupnya, entah dibunyikan lewat medsos, lewat raut muka, atau lewat mulutnya. Pokoknya, atas ketidakadilan dan kesusahan yang diakibatkannya, orang bisa berteriak kepada Allah, seakan-akan Dialah biang kerok ketidakadilan itu. Tentu Read more
-

Gue Banget
Seorang pelajar yang suka mencontek saya ajak untuk melihat sendiri kegembiraan sejatinya, dan ternyata antara dirinya dan saya yang seusia pakdhenya itu tak ada perbedaan dalam mengerti kegembiraan sejati. Saya merumuskan bahwa kegembiraan sejati itu muncul ketika orang menjadi dirinya sendiri dan pelajar itu mendapati bahwa ternyata menyelesaikan tugas dengan jerih payah sendiri lebih menggembirakan Read more

