Collect moments, not things.
-

Halo Figur Publik
Sebenarnya saya ingin mewawancarai Anda, tokoh publik dengan penggemar dan followers yang sebanyak bintang di langit dan pasir di laut, tetapi apa daya, saya tak tahu di mana Anda berada. Padahal saya tidak tahu Anda itu siapa.đ Pertanyaan saya sederhana saja sih: hal apa dari para penggemar dan followers yang paling membahagiakan Anda? Tentu tak usah bilang bahwa… Read more
-

Bapak Siapa?
Kalau dipikir-pikir, teks bacaan hari ini menyakitkan [loh dipikir kok menyakitkan toh?]. Unsur distingtif dalam doa yang disodorkan Guru dari Nazareth adalah sebutan “Bapa” dan secara teoretis jelaslah problematika kata “Bapa” ini: apakah memang ia layak dilekatkan pada sosok laki-laki saja. Orang cenderung mengidentikkan kata itu dengan sosok ayah, tetapi justru itulah yang menurut saya… Read more
-

Wajah Tak Bertopeng
Dalam posting kemarin, insight yang saya garisbawahi ialah bahwa compassion itu memerlukan “perjumpaan wajah” penderitaan. Maksudnya, penderitaan itu berwajah, bukan cuma kata benda abstrak universal. Pemuka agama dan orang Lewi dalam perumpamaan itu rupanya tidak mengalami “perjumpaan wajah” dengan orang yang babak belur dianiaya [dan mungkin diancam akan dibunuh dan mayatnya bakal dikeluarkan pake’ ambulans… Read more
-

Butuh Ketemu
Saya sadar banyak orang cenderung mengatakan cinta itu jauh dari teori dan kokoh dalam tindakan. Akan tetapi, pada masa krisis ketulusan, tindakan tak bermakna lebih dari pencitraan yang menyusutkan cinta itu sendiri. Ujungnya cinta memang senantiasa adalah tindakan, tetapi pasti bukan sembarang tindakan. Kalau sembarang tindakan adalah manifestasi cinta, teori tak diperlukan lagi karena orang… Read more


