Deep Listening

We live a lot outside of ourselves. Few men really enter themselves, and for this reason there are many problems. In the heart of every human being there is something like a small, intimate cell, where God comes down to speak to man alone. Also, it is there where the person decides his destiny, his role in the world. Begitu kiranya yang dikatakan seorang pemimpin agama sebelum ditembak mati tentara bayaran rezim militer. Namanya Oscar Romero. Tentu ada bermacam-macam kepentingan yang bermain, tetapi kepentingan-kepentingan itu hanyalah alasan luar. Persis itulah yang dikatakan Romero sendiri: we live a lot outside of ourselves.
Jadi, senjata makan tuan ya?
Gapapa, tuannya Kebenaran.
Taunya Kebenaran?
Dari suara yang dicorongkannya dan konsekuensi suaranya itu: kematian.
Trus untuk memastikan Kebenaran, mesti mati gitu?
Mungkin, tapi sudah saya bilang dalam pembedaan roh: dalam konteks dunia yang sedang menjauhi Penciptanya, roh baik yang menyuarakan kebenaran itu bisa sangat menyesakkan, bisa menghantam dan menyakitkan.
Lah kok bisa menuduh konteks dunianya menjauhi Penciptanya?
Jelaslah, rezim militernya membantai rakyat sendiri untuk menjaga kelompok elit gitu, gimana mau dibilang sedang mendekati Penciptanya? Mana ada Allah yang diskriminatif?
Rezim militer saat itu diskriminatif dan suara Kebenaran jadi kritik pedas dan mengganggu. Reaksinya bisa brutal: membungkam Kebenaran.
Bisakah Kebenaran dibungkam? Tidak. Yang bisa dihabisi hanya mulut yang menyuarakannya dan kadang-kadang bukan hanya mulutnya, melainkan nyawanya juga. Kebenaran must go on.

Dua teks bacaan hari ini terhubung dengan kata “mendengarkan”. Tentu maksudnya mendengarkan Allah. Absurd, gimana mendengarkan Allah?
Kembali ke kalimat awal tadi. Sering orang hidup di luar dirinya, tidak masuk ke kedalaman. Maka, kesibukannya tidak muncul dari kedalaman, tetapi dari kepentingan-kepentingan superfisial yang pada umumnya diwarnai, kalau bukan didasari, ketakutan atau kekhawatiran.

Ndelalahnya di medsos saya muncul kritik seorang tokoh muslim tentang pelajaran agama, yang dinilainya sama sekali tak memberi kontribusi bagi kemajuan bangsa! Komparasinya dengan Singapura dan Australia.
Saya tidak punya kepentingan dengan pelajaran agama. Mau dihapus dari muka bumi atau dilanggengkan ya sumonggo saja. Pokoknya, kalau memetik insight dari teks hari ini: dengarkan saja yang di kedalaman itu.

Tak jarang tokoh agama itu (barangkali justru karena tokoh), di kedalamannya malah tumbuh ketakutan dan kekhawatiran: takut anak-anak tak patuh lagi pada orang tua, khawatir jumlah pemeluk agama merosot, takut tak ada lagi yang mau pergi ke gereja, khawatir tak ada tempat yang bisa dipakai untuk beribadat, jangan-jangan kebaikan agama lain itu hanyalah kedok untuk merekrut penganut agama, dan seterusnya. Itulah yang termasuk dalam dunia luar.

Kalau orang sungguh mau membantu akhlak dengan pelajaran agama, ia tidak memaksakan pelajaran agama karena aneka macam ketakutan dan kekhawatiran tadi. Masih ingat kan ada orang yang berpuisi bahwa tanpa kelompoknya, tak akan ada lagi yang menyembah Allah?
Orang menyembah Allah bukan karena pelajaran agama melulu, melainkan karena ia hidup di kedalaman, mendengarkan kedalaman hatinya.

Kalau orang mendengarkan kedalaman hatinya, niscaya ketakutan dan kekhawatiran tadi tak lagi relevan, karena di situlah Allah bersemayam. Ketakutan dan kekhawatiran hanya jadi indikasi bahwa orang belum sampai ke lapis dalam hatinya.

Tuhan, mohon rahmat keheningan batin untuk mendengarkan panggilan-Mu. Amin.


JUMAT BIASA XXVI C/1
PW S. Fransiskus Assisi
4 Oktober 2019

Bar 1,15-22
Luk 10,13-16

Jumat Biasa XXVI B/2 2018: Agama Bodoh
Jumat Biasa XXVI A/1 2017: Part-time Lover
Jumat Biasa XXVI C/2 2016: Bukit Berduri

Jumat Biasa XXVI A/2 2014: Protes Tuhan? Silakan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s